Tak Dibiarkan Menjadi Batu Sandungan

Renungan Harian / 17 June 2026

Tak Dibiarkan Menjadi Batu Sandungan
Lori Official Writer
      192

Matius 17:24 & 27 

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"...Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

 

 

Sebagai orang percaya, kita mungkin pernah berada di posisi seperti yang dialami Petrus di dalam Matius 17: 24 & 27. Para pemungut cukai mengenal mereka adalah orang-orang yang mengajarkan kebenaran. Tetapi di sisi lain mereka masih belum membayar pajak. Karena itu si pemungut bea Bait Allah bertanya kepada Petrus: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" (Matius 17: 24). 

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi Petrus, itu bisa menusuk batin. Seolah-olah orang itu sedang berkata, “Bukankah Gurumu mengajarkan kebenaran? Bukankah Ia orang saleh? Mengapa kewajiban seperti ini saja tidak dibayar?”

Petrus menjawab "Memang membayar." Tetapi dibalik jawaban itu, dia mulai bertanya pada dirinya sendiri: “Tuhan, Engkau yang aku ikuti adalah Anak Allah. Engkau mengajarkan kebenaran. Engkau menolong begitu banyak orang. Masakan sekarang kami dipermalukan hanya karena tidak punya dua dirham?”

Di dalam realita kehidupan kita, kita bisa berada dalam posisi Petrus. Orang-orang di sekitar kita tahu kita adalah orang percaya. Tapi kita seakan tidak punya jawaban untuk kebutuhan mendesak yang kita hadapi - mulai dari iuran yang belum dibayar, cicilan yang hampir jatuh tempo sampai kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Lalu orang lain mulai mempertanyakan iman kita dan Tuhan yang kita sembah: "Katanya orang Kristen yang punya Tuhan yang kaya, masa sih gak bisa bayar iuran aja?" 

Yesus tahu betul percakapan itu, bahkan sebelum Petrus menyampaikannya. Lalu Dia memilih untuk menjawab keraguan Petrus supaya "Dia tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain." Dia menyuruh Petrus memancing. Menariknya, Dia tidak segera memberikan uang di tangan Petrus, sebaliknya menyuruhnya memancing ke danau dan di situlah mukjizat penyediaan Tuhan terjadi.

Perintah Yesus sangat jelas, dan saat Petrus memancing dia mendapat uang empat dirham dari mulut ikan. Lalu dengan uang itu Yesus menyuruhnya membayar pajak mereka (Matius 14: 27).

Saudara, Tuhan tidak hanya menyelesaikan bagian-Nya. Tetapi Dia juga menanggung kebutuhan murid-murid yang mengikuti Dia. Di sinilah poin penting yang perlu kita maknai secara mendalam bahwa "Tuhan tidak pernah menginginkan kita menjdi batu sandungan bagi dunia." Dia tidak ingin keterbatasan kita atas uang membuat kita dipermalukan di depan keluarga, tetangga atau orang lain yang mengenal kita sebagai orang percaya. Dia tidak mau iman kita dipandang kecil hanya karena kita terbatasa secara materi.

Saudara, saat kita berada dalam tekanan keuangan, Tuhan tentunya tidak bekerja dengan langsung menjatuhkan uang dari langit. Tetapi seperti Petrus, kita perlu aktif untuk datang kepada Tuhan dan melakukan bagian kita. Mungkin setelah Anda berdoa, ada orang yang memberikan Anda uang. Ketika tunggakan hampir jatuh tempo, Tuhan justru mengirimkan seseorang untuk menutupi setiap tunggakan Anda. Tuhan bisa melakukan segala hal yang tak terduga, sama seperti yang Petrus alami.  

Inilah definisi dari kuasa iman itu! "Kita hidup karena percaya, bukan karena melihat." (2 Korintus 5:7). Sekalipun mengikut Tuhan terkadang mendebarkan, tetapi justru disanalah  kita menyaksikan bagaimana Dia menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan yang hidup. Karena Dia tidak menginginkan kita menjadi batu sandungan bagi dunia. 

 

Action Praktis:

Saudara, hari ini apakah ada kebutuhan mendesak yang membuat Anda seolah menyerah? Tuhan tahu kebutuhan itu dan yang perlu Anda lakukan adalah datang kepada-Nya dan ungkapkan dengan jujur setiap kebutuhan itu dan izinkan Dia bekerja.  

 

Baca Renungan Lainnya:

Saat Saldo Rekening Mencuri Ketenangan

Ada Tuhan di Balik Krisismu

 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?