Kasus Hantavirus Picu Kekhawatiran Pandemi Baru, WHO Beri Penjelasan

Health / 21 May 2026

Kasus Hantavirus Picu Kekhawatiran Pandemi Baru, WHO Beri Penjelasan
Sumber: CNN/AFP
Claudia Jessica Official Writer
431

Kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran dunia internasional. World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia mengonfirmasi lima orang terinfeksi hantavirus dan tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Situasi ini membuat sebagian orang penasaran dan bertanya, apakah hantavirus bisa berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19?

Kekhawatiran tersebut muncul karena banyak orang masih mengingat awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu. Namun, para ahli menegaskan bahwa situasi hantavirus sangat berbeda dan hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda menjadi ancaman pandemi global.

 

BACA JUGA: 23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Dilaporkan 3 Kematian

 

WHO Sebut Risiko Hantavirus terhadap Publik Masih Rendah

Dalam konferensi pers yang digelar WHO, Direktur Departemen Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menyampaikan bahwa risiko hantavirus terhadap kesehatan masyarakat global masih tergolong rendah.

Ia menegaskan bahwa kasus hantavirus yang terjadi bukanlah awal dari epidemi maupun pandemi baru.

“Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi COVID,” jelas Van Kerkhove.

Menurut WHO, penyebaran hantavirus berbeda jauh dibanding virus corona yang sangat mudah menular antar manusia. Kasus yang ditemukan di kapal pesiar juga dinilai masih terbatas pada area tertentu dan tidak menunjukkan penyebaran luas.

Hantavirus Tidak Mudah Menular Antar Manusia

Salah satu alasan utama mengapa hantavirus dinilai kecil kemungkinan menjadi pandemi adalah karena kemampuan penularannya yang rendah.

Thomas G. Ksiazek, ahli virologi, menjelaskan bahwa hantavirus sebenarnya bukan virus baru. Jika virus ini memiliki kemampuan menyebar cepat seperti Covid-19, maka wabah besar kemungkinan sudah terjadi sejak lama.

 

BACA JUGA: Penularan Hantavirus, Virus dari Tikus yang Bisa Menyerang Paru-paru dan Ginjal

 

“Saya ingin menegaskan di sini: ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi COVID. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal (dan) ada area terbatas... Tetapi ini bukan situasi yang sama seperti enam tahun lalu (merujuk pada Covid-19),” katanya.

Hal serupa disampaikan Vincent Racaniello, Profesor Mikrobiologi dan Imunologi dari Columbia University. Menurutnya, penularan hantavirus antarmanusia tidak efisien.

“Influenza dan SARS-CoV-2 sangat baik dalam penularan. Untuk hantavirus, hambatannya adalah penularan antarmanusia yang efisien,” jelasnya seperti yang dikutip dari Newsweek.

Saat ini, hanya Andes virus (salah satu jenis hantavirus di Amerika Selatan) yang diketahui dapat menular antar manusia. Namun, kasus penularannya pun sangat jarang dan biasanya hanya terjadi pada kontak yang sangat dekat.

Penularan Hantavirus Lebih Banyak dari Tikus ke Manusia

Berbeda dengan Covid-19 yang menyebar cepat melalui interaksi manusia, hantavirus lebih sering menular dari hewan pengerat ke manusia.

Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang membawa virus. Karena itu, risiko lebih besar ditemukan di lingkungan dengan sanitasi buruk atau banyak hewan pengerat.

Selain itu, hantavirus juga tidak menular sebelum gejala muncul. Masa inkubasinya bisa berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum penderita mulai merasakan gejala.

 

BACA JUGA: Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada! Fakta-fakta Hantavirus dan Cara Mencegahnya

 

Waspada Tetap Perlu, Tapi Tidak Perlu Panik

Meski kecil kemungkinan menjadi pandemi, hantavirus tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal. Namun, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung panik.

Menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan kotoran tikus, dan memperhatikan sanitasi tetap menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu mencegah penularan hantavirus.

Namun, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan. Sebagai orang percaya, Tuhan memberikan kita hikmat untuk tetap berjaga-jaga dari kabar hantavirus ini. Jaga lingkungan sekitarmu tetap bersih sebagai bentuk kasih terhadap dirimu sendiri dan sesama.

 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?