Tidak semua orang yang akhirnya percaya kepada Yesus langsung mengenali siapa Dia sejak awal. Bahkan, ada beberapa tokoh Alkitab yang sejak awal gak percaya Yesus adalah Mesias. Mereka melihat Yesus dari jarak yang berbeda-beda: ada yang melihat-Nya sebagai guru, ancaman, saudara biasa, bahkan sebagai terpidana yang harus dieksekusi.
Menariknya, kisah para tokoh ini justru menunjukkan bahwa iman sering kali bertumbuh melalui proses. Ada yang perlu bertanya diam-diam, ada yang harus dijatuhkan dari kesombongannya, ada yang baru percaya setelah kebangkitan, dan ada juga yang mengakui Yesus tepat di depan salib.
BACA JUGA: 21 Ayat Alkitab Tentang Nubuat Penebusan Yesus Kristus untuk Manusia
Inilah 4 tokoh Alkitab yang sejak awal gak percaya Yesus adalah Mesias, jadi apa mereka pada akhirnya? Mari kita lihat satu per satu.
1. Nikodemus, Orang Farisi yang Datang Temui Yesus Diam-diam
Nikodemus adalah seorang Farisi dan anggota Mahkamah Agama Yahudi. Artinya, ia bukan orang sembarangan. Ia memahami Taurat, dihormati masyarakat, dan memiliki posisi penting di kalangan pemimpin Yahudi.
Namun, meskipun ia tahu banyak tentang Kitab Suci, Nikodemus tidak langsung percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Ia datang kepada Yesus pada malam hari, kemungkinan karena ia tidak ingin terlihat oleh orang-orang lain. Dalam percakapannya dengan Yesus, Nikodemus mengakui bahwa Yesus adalah guru yang datang dari Allah, sebab mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya tidak mungkin terjadi tanpa penyertaan Allah.
BACA JUGA: #FaktaAlkitab : Nikodemus, Orang Farisi Ini Yang Membalsam Tubuh Yesus
Tetapi pengakuan itu belum sama dengan iman penuh. Nikodemus masih mencoba memahami Yesus dari sudut pandang agamawi dan intelektual. Ketika Yesus berkata bahwa seseorang harus “dilahirkan kembali”, Nikodemus kebingungan. Ia berpikir secara harfiah, padahal Yesus sedang berbicara tentang kelahiran rohani.
Kenapa Nikodemus tidak langsung percaya? Karena selama ini ia hidup dalam sistem keagamaan yang sangat kuat. Ia terbiasa berpikir bahwa kebenaran ditemukan melalui aturan, status, dan pengetahuan. Sementara Yesus datang membawa pesan yang jauh lebih dalam daripada itu, bahwa manusia perlu pembaruan hati, bukan sekadar ketaatan lahiriah.
Namun, kisah Nikodemus tidak berhenti pada kebingungan. Di kemudian hari, ia mulai menunjukkan keberanian. Ia pernah membela Yesus di hadapan para pemimpin Yahudi dengan mengingatkan bahwa hukum Taurat tidak menghakimi seseorang sebelum mendengarnya. Setelah Yesus mati, Nikodemus juga ikut membawa campuran mur dan gaharu untuk menguburkan tubuh Yesus.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”