Saldo Ludes dalam Sekejap: Kisah Ibu Helen Jadi Korban Penipuan Berkedok Pajak

Media Program / 13 May 2026

Saldo Ludes dalam Sekejap: Kisah Ibu Helen Jadi Korban Penipuan Berkedok Pajak
Sumber: Solusi TV
Aprita L Ekanaru Official Writer
825

Semuanya bermula dari satu pesan WhatsApp yang terlihat sangat meyakinkan. Pengirimnya mengaku berasal dari Direktorat Jenderal Pajak dan menyebutkan bahwa ada proses pemadanan NIK dengan NPWP yang harus segera diselesaikan. Yang membuat Ibu Helen Ristenia terkejut sekaligus percaya, orang tersebut mengetahui data pribadinya secara lengkap, seperti nomor KTP, NPWP, hingga alamat rumah.

 

BACA JUGA: Dilabrak Oleh Pelakor Hingga Suami Lakukan KDRT, Ibu Ini Pilih untuk Mengampuni

 

Karena merasa tidak pernah membagikan data pribadinya ke sembarang orang, Ibu Helen pun mengira ini memang prosedur resmi. Apalagi, isu pemadanan data pajak memang sedang ramai dibicarakan. Saat ia mencoba masuk ke sistem pajak dan mengalami kendala, sang penelepon menawarkan bantuan. Ia diminta melakukan video call, share screen, bahkan mengunduh sebuah aplikasi bernama “M Pajak” yang ternyata bukan dari Play Store resmi.

Tanpa disadari, langkah demi langkah itu menjadi pintu masuk bagi penipu untuk mengendalikan ponselnya. Mulai dari menonaktifkan pengamanan, verifikasi wajah, hingga sidik jari, semua dilakukan dengan dalih “proses verifikasi”. Hampir 45 menit percakapan berlangsung, hingga akhirnya telepon ditutup begitu saja.

Kebenaran pahit baru terungkap beberapa jam kemudian. Saat hendak membayar makanan bersama temannya, Ibu Helen mendapati saldo rekeningnya hampir habis, tersisa hanya ribuan rupiah. Mutasi rekening menunjukkan transfer besar-besaran dan pencairan pinjaman online yang sama sekali tidak pernah ia ajukan. Total kerugian dan tagihan mencapai puluhan juta rupiah.

Syok, menangis, dan panik menjadi reaksi pertamanya. Yang lebih mengerikan, penipu masih bisa mengendalikan ponselnya, bahkan sempat mengetik pesan mengejek di layar. Dengan bantuan anaknya, Ibu Helen akhirnya mematikan ponsel, mengaktifkan mode pesawat, dan menghapus aplikasi berbahaya tersebut. Teror penagihan pun datang bertubi-tubi lewat telepon dan WhatsApp, bahkan ke kontak darurat anaknya.

Di titik terendah, Ibu Helen hanya bisa berserah. Malam-malam penuh tangis ia lalui dalam doa, memohon kekuatan, bukan solusi instan. Hingga suatu hari, sebuah unggahan jujur tentang pengalamannya viral. Dari sanalah pertolongan datang dengan cara yang tak pernah ia bayangkan, orang asing yang sama sekali tidak ia kenal melunasi seluruh tagihan pinjaman online tersebut, tanpa meminta apa pun sebagai balasan.

 

BACA JUGA: Kebenaran dalam Alkitab Membuat Ibu Ini Pindah Agama

 

Kisah ini bukan hanya tentang penipuan digital, tetapi tentang harapan, keteguhan, dan pertolongan Tuhan di saat paling gelap.

Bagaimana detail lengkap modus penipuan ini? Apa saja langkah penting agar kamu tidak mengalami hal serupa? Dan bagaimana pertolongan itu benar-benar datang?

Tonton kesaksian lengkap Ibu Helen di video di bawah ini, bukan hanya untuk menguatkan imanmu, tapi juga melindungimu dari penipuan digital.

Sumber : Solusi TV
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?