Kegelisahan itu datang tanpa sebab yang jelas. Ibu Nini Wahyuni menjalani hidup dengan taat pada keyakinan lamanya, rajin beribadah, dan tumbuh dalam keluarga yang religius. Namun di balik semua itu, hatinya tak pernah benar-benar tenang. Ada kekosongan, kebimbangan, dan pertanyaan besar tentang keselamatan yang terus menghantui hari-harinya.
BACA JUGA: Tertipu Affiliate Fiktif, Ibu Ini Kehilangan Rp406 Juta!
Pergulatan batin itu semakin kuat ketika ia bekerja sebagai TKW di Singapura. Jauh dari keluarga dan hidup dalam tekanan pekerjaan, ia merasa emosinya mudah meledak dan hidupnya kehilangan damai. Dalam keterbatasan, bahkan beribadah pun harus sembunyi-sembunyi, Ibu Nini hanya bisa mencari hiburan lewat media sosial. Tanpa disangka, di sanalah pencariannya dimulai.
Sebuah diskusi daring yang membahas terjemahan kitab suci dari keyakinan yang ia anut menarik perhatiannya. Awalnya ia menolak mentah-mentah. Baginya, pembahasan itu terasa salah dan mengganggu. Namun data yang ditampilkan membuatnya penasaran. Penolakan keluarga ketika ia meminta terjemahan kitab dengan alasan takut ia “berpindah agama”, malah semakin mendorongnya untuk mencari sendiri.
Saat membaca terjemahan tersebut, satu hal mengejutkannya, yakni adanya penegasan tentang Injil sebagai petunjuk dan terang, serta sosok Yesus yang disebut sebagai pribadi penting di dunia dan akhirat. Pertanyaan pun muncul di benaknya, “Siapakah Yesus sebenarnya?” Rasa ingin tahu itu membawanya pada Alkitab dan Injil yang ia pelajari secara mandiri melalui aplikasi di ponselnya.
Ketika membaca Perjanjian Baru, khususnya perkataan Yesus, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup,” hatinya terguncang. Kebimbangan memuncak, hingga ia sungguh-sungguh berdoa memohon jawaban. Jawaban itu datang lewat pengalaman rohani yang mendalam, sebuah mimpi tentang Yesus yang mati, bangkit, dan hidup. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk mencari kebenaran lebih jauh, hingga keyakinannya semakin mantap.
BACA JUGA: Dari Panggung Istana Hingga Disantet, Kisah Nyata Rio Silaen yang Harus Anda Tonton
Keputusan mengikuti Yesus bukan jalan yang mudah. Ia menghadapi penolakan keluarga, kehilangan kenyamanan hidup, dan tantangan ekonomi. Namun melalui semua itu, Ibu Nini menemukan damai yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Kasih, pengampunan, dan perubahan hidup menjadi bukti nyata baginya bahwa kebenaran yang ia temukan di Alkitab adalah nyata dan mengubahkan.
Bagaimana kisah lengkap pencarian kebenaran ini? Apa yang Ibu Nini alami setelah memutuskan untuk mengikut Yesus? Tonton kesaksian selengkapnya di video di bawah ini dan temukan harapan di tengah kebimbangan hidupmu.
Sumber : Solusi TVIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”