Merasa Gagal Sebagai Ibu, Lisna Belajar Berubah Dari Akronim HATI di The Parenting Project

Impact Story / 20 April 2026

Kalangan Sendiri
Merasa Gagal Sebagai Ibu, Lisna Belajar Berubah Dari Akronim HATI di The Parenting Project
Sumber: Jawaban.com
Lori Official Writer
756

Lisnawati Zalukhu (32 tahun), seorang ibu dari tiga anak, tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari ia akan berdiri di titik paling gelap dalam hidupnya sebagai seorang ibu. Anak sulungnya, yang kala itu baru duduk di bangku kelas 2 SD, mulai menunjukkan perilaku yang membuat hatinya hancur: sering memberontak, tidak mau menurut, bahkan diam-diam mencuri. Bukan sekali dua kali — tetapi terus-menerus, hingga diadukan oleh tetangga.

Di rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, ketegangan justru tumbuh setiap hari. Suami Lisna, yang kala itu masih berjuang pulih dari kecanduan narkoba, mendidik anak dengan kekerasan fisik. Sementara Lisna, yang menyaksikan perilaku anak yang semakin menjadi-jadi justru menghadapinya dengan kata-kata penuh kutuk. “Saya bilang kenapa ya anak saya seperti ini? Mending tidak usah hidup di dunia ini,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Dari Emosi Menjadi Pelukan, Kisah Ibu Tangguh yang Dulu Merasa Gagal Mengasuh Anak

 

Lisna juga mulai merasa bahwa dirinya telah gagal menjadi orangtua. Sampai terbersit niat untuk menitipkan anaknya di panti asuhan. “Saya pernah berpikir: saya gagal mendidik anak saya. Buat apa saya ini seorang ibu? Saya menyesal kenapa bisa melahirkan anak ini.”

Namun di tengah ketegangan hubungan ini, suatu kali sang anak melontarkan sebuah pertanyaan yang hingga kini terus terngiang di telinganya. “Sebenarnya aku ini anak siapa? Anak Mama? Anak Bapak?”

Pertanyaan polos dari seorang anak kecil itu yang lahir dari kebingungan dan luka yang ia sendiri tidak sanggup mengungkapkannya — menjadi tamparan paling keras yang pernah Lisna terima. Bukan pukulan. Bukan teguran. Hanya sebuah pertanyaan kecil yang menyayat hatinya.

 

Ketika Tuhan Mulai Mengubah Hati

Namun satu kesempatan berharga menghampiri keluarga ini. Yaitu pertemuannya dan sang suami dengan The Parenting Project di gereja mereka. Tak butuh waktu lama, saat pasangan ini mengikuti pelajaran modul 1 tentang “Menjadi Teladan yang Baik” – saat itulah Tuhan sedang menggugah hati mereka.

Dari modul ini, dia belajar tentang prinsip pengasuhan anak yang sangat sederhana namun kerap mereka lupakan. Yaitu akronim “HATI”, dimana ibu Lisna diingatkan dengan sikapnya terhadap anak dan perkataan kutuk yang telah melukai hati anak.

“Saya merasa bersalah karena tidak seharusnya kata-kata kasar itu keluar dari mulut seorang ibu. Saya belajar bahwa perubahan anak harus dimulai dari perubahan orang tua.”

Modul itu juga membuka matanya tentang sesuatu yang selama ini ia anggap remeh: pelukan dan kebersamaan. Dulu, Lisna hampir tidak pernah memeluk anaknya — kecuali saat masih bayi. Tidak ada waktu khusus keluarga, tidak ada percakapan yang hangat, tidak ada doa bersama. Semuanya berjalan dingin dan mekanis.

Namun yang paling menggerakkan Lisna bukanlah sekadar pengetahuan baru — melainkan kesadaran bahwa Tuhan sedang memanggil hatinya untuk berubah lebih dulu, sebelum ia mengharapkan anaknya berubah.

 

Baca Juga: Takut Anak Menjauh saat Terapkan Pola Disiplin, Yosanti Akhirnya Menemukan Cara yang Tepat

 

Perubahan yang Pelan-pelan Berproses

Sepulang dari The Parenting Project, Lisna dan suaminya tidak menunggu. Mereka duduk bersama ketiga anaknya, meminta maaf, memeluk mereka, dan berkomitmen untuk memulai lembaran baru. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, rumah mereka terasa hangat.

Sejak dari situ, mereka bisa menyaksikan perubahan yang pelan-pelan terjadi atas karakter sang anak. Anak yang dulu sering berkelahi kini mulai menyayangi adik-adiknya. Ia yang dulu jarang membantu kini justru aktif meringankan pekerjaan orang tua. Dan yang paling membuat Lisna bersyukur, anak sulungnya sudah mulai mau membaca Alkitab dan konsisten mengikuti Sekolah Minggu. “Perubahan ada, walaupun sedikit demi sedikit, tapi nyata.”

Bahkan ketika sang anak sempat mengulangi kebiasaan lamanya — mengambil sesuatu bukan miliknya — ada yang berbeda. Kali ini, ia datang sendiri, mengaku, dan meminta maaf. Bukan lagi diam-diam dan membantah. Itu, bagi Lisna, adalah bukti bahwa hati anaknya sedang dibentuk.

Hubungan antara orangtua dan anak pun bertransformasi total. Lisna menggambarkannya sederhana namun penuh makna. “Sangat akrab, Pak. Sama suami juga — kayak sahabat.”

Suami Lisna yang dulu menggunakan tangan untuk mendisiplin anak kini telah berhenti sepenuhnya dari kekerasan fisik. Mereka kini membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang sederhana namun bermakna: berdoa bersama setiap hari sebagai keluarga, saling berbagi cerita, memeluk anak, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama.

Keluarga Lisna belum sempurna. Mereka masih terus berproses dan berjuang setiap hari untuk melalui hari-hari yang kadang tidak mudah. Tetapi dengan pemahaman baru yang mereka dapatkan melalui The Parenting Project, ada kerinduan yang tulus untuk berubah dan membawa keluarga mereka hidup di dalam Tuhan.

Apa yang dialami ibu Lisna juga terjadi kepada ratusan papa mama yang sudah mengikuti The Parenting Project di gereja mereka. 

Jika hari ini Anda membaca kisah ini, ini adalah undangan bagi Anda untuk ambil bagian bersama The Parenting Project - melatih orangtua dan memulihkan keluarga di Indonesia.

 

 

MARI BERGABUNG SEKARANG

 

Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?