Galatia 1:10
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
Pernahkah kamu merasa mulai dijauhi hanya karena memilih melakukan yang benar? Awalnya mungkin kamu punya circle yang dekat, tapi sejak kamu mulai pegang prinsip, jujur, atau menolak kompromi, respon orang jadi berbeda. Ada yang menjauh, ada yang salah paham, bahkan ada yang terang-terangan tidak suka.
Di titik ini, mungkin kamu mulau bertanya seperti Paulus, “Aku ini sedang menyenangkan siapa, ya? Tuhan atau manusia?
Biasanya, kita beranggapan kalau semua orang menyukai kita, berarti kita sedang berjalan dengan baik. Tapi ternyata, Yesus justru mengatakan hal yang sebaliknya. Dalam Yohanes 15, Ia bilang bahwa dunia tidak selalu akan menerima kita, justru karena kita bukan lagi bagian dari nilai-nilai dunia itu.
Artinya, ada momen di mana integritas kita akan “bergesekan” dengan lingkungan sekitar dan itu wajar.
Bukan berarti kita harus jadi pribadi yang keras atau sengaja menyulitkan orang lain. Roma 12:18 tetap mengingatkan kita untuk hidup dalam damai dengan semua orang, tapi ada batasnya. Ketika damai harus dibayar dengan kompromi, di situlah integritas kita sedang diuji.
Yesus juga bilang dalam Matius 5:11, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.”
Masalahnya, kehilangan dukungan itu tidak mudah. Rasanya sepi. Kadang bikin ragu. Bahkan bisa membuat kita ingin mundur sedikit supaya tetap diterima.
Tapi hari ini kita diingatkan bahwa, untuk menjadi hamba Kristus memang berarti memilih untuk menyenangkan Tuhan, bukan semua orang.
Menariknya, Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri. Dia mungkin mengizinkan beberapa orang pergi, tapi Dia juga akan menghadirkan orang-orang yang tepat—yang menguatkan iman kita, bukan melemahkannya.
Integritas memang punya harga, tapi bukan kehilangan arah. Integritas adalah proses Tuhan sedang menyelaraskan hidup kita dengan tujuan-Nya.
Momen Refleksi:
Action: Tetap berdiri dalam kebenaran, walaupun tidak semua orang mengerti. Karena lebih baik kehilangan penerimaan manusia, daripada kehilangan arah dari Tuhan
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”