Tahu Yesus Tapi Tak Mengenal-Nya
Kalangan Sendiri

Tahu Yesus Tapi Tak Mengenal-Nya

Lori Official Writer
      67

Yohanes 1:10-11

"Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya."

 

Pernahkah kamu melewati seseorang setiap hari — di jalan yang sama, di waktu yang sama — tetapi tidak pernah benar-benar memperhatikannya?

Itulah yang dunia lakukan kepada Yesus.

Bukan dunia yang belum pernah mendengar nama-Nya. Bukan orang-orang yang hidup di pelosok tanpa akses Firman Tuhan. Melainkan umat-Nya sendiri — bangsa yang telah Dia bebaskan dari perbudakan Mesir (Keluaran 13:14), yang telah Dia beri Taurat, nabi-nabi, dan ratusan tahun nubuatan tentang kedatangan-Nya. Yesaya bahkan sudah menulis dengan jelas: "Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita." (Yesaya 9:5)

Mereka tahu. Mereka hafal. Tetapi ketika Sang Firman itu hadir dalam daging, mereka tidak mengenali-Nya (Yohanes 1:10-11).

Mengapa? Karena mereka menginginkan Mesias versi mereka sendiri. Raja yang gagah, pahlawan yang berkuasa — bukan tukang kayu dari Nazaret yang duduk makan bersama orang berdosa. Mereka mengenal konsep tentang Allah, tetapi menolak kehadiran Allah yang sesungguhnya.

Dan tanpa sadar — kita sering melakukan hal yang sama.

Kita rajin beribadah. Kita hafal ayat-ayat Alkitab. Kita tahu kisah Natal dan Paskah. Tetapi Yesus sendiri pernah berkata sesuatu yang mengejutkan: "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru: Tuhan, Tuhan... Tetapi Aku akan berterus terang: Aku tidak pernah mengenal kamu." (Matius 7:22-23)

Ada jarak yang sangat jauh antara mengetahui tentang Yesus dan sungguh-sungguh mengenal Dia.

Penolakan kita tidak selalu datang dalam bentuk yang dramatis. Ia datang diam-diam — ketika Yesus mengetuk pintu area tersembunyi di hati kita: kepahitan yang kita pelihara, kebiasaan yang kita pertahankan, kendali atas hidup yang tidak mau kita serahkan. Di saat itulah tanpa sadar kita berdiri di tempat yang sama dengan orang-orang yang menolak-Nya dulu.

Namun Yesus tidak berhenti mengetuk. "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya." (Wahyu 3:20)

Dia yang menciptakan langit dan bumi — rela berdiri di depan pintu hatimu dan menunggu. Bukan sebagai hakim yang mengancam, tetapi sebagai Tuhan yang mengasihi.

Pertanyaannya hari ini sederhana: Apakah kamu akan membukakan pintu itu?

 

Action Praktis:

1. Luangkan 5 menit hari ini — jauh dari layar dan keramaian — lalu jawab dengan jujur di hadapan Tuhan: "Di bagian mana dalam hidupku aku masih belum sungguh-sungguh membuka pintu bagi Yesus?"

2. Jika Anda rindu mengenal Yesus secara pribadi hari ini, mari undang Dia untuk masuk ke dalam hatimu: "Tuhan Yesus, ampuni aku karena terlalu sering hanya mengenal-Mu dari jauh. Hari ini aku membuka hatiku sepenuhnya — bukan hanya bagian yang nyaman — dan aku mengundang-Mu masuk. Jadilah Tuhan atas seluruh hidupku. Amin."

3. Atau jika Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan untuk mengikut Dia, kami siap mendampingi Anda secara rohani dengan menghubungi call center Layanan Doa kami di link berikut Layanan Doa. 

Tuhan Yesus Memberkati

Ikuti Kami