Hidup Walau Sudah Mati
Kalangan Sendiri

Hidup Walau Sudah Mati

Claudia Jessica Official Writer
      50

Yohanes 11: 25-26 - "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Kita semua butuh rasa aman. Kita ingin hidup tenang, tanpa kehilangan, tanpa rasa takut. Tapi kenyataannya, hidup tidak selalu seperti itu. Ada momen di mana kita harus menghadapi kehilangan, kekecewaan, bahkan kematian. Peristiwa-peristiwa seperti ini seringkali meruntuhkan rasa aman kita,

Itulah yang dirasakan Marta dan Maria saat Lazarus, saudara mereka, sakit dan akhirnya meninggal. Mereka berharap Yesus datang lebih cepat agar bisa menyelamatkan Lazarus.

Bahkan Marta berkata, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”  (Ayat 21)

Ada rasa kecewa dalam hari Maria dan mungkin dalam hatinya, ia bertanya kenapa Tuhan tidak datang tepat waktu untuk menolong saudaranya?

Sesampainya Yesus di kampung Maria, Marta, dan Lazarus, ia tidak langsung melakukan mujizat. Ia justru berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.” (Ayat 25)

Setelah itu, Yesus melakukan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Ia datang ke kubur Lazarus dan berseru, “Lazarus, keluarlah!” Dan Lazarus yang sudah mati pun bangkit dan keluar dari kubur. (Ayat 43)

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Ayat 25)

Inilah janji Tuhan untuk masa depan kita semua, bahwa kematian bukanlah akhir. Justru akan ada kebangkita dan hidup yang kekal.

Namun, dalam ayat selanjutnya Yesus menambahkan, “Setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Ayat 26)

Orang yang percaya kepada Yesus Kristus sudah memiliki hidup yang baru, hidup yang tidak bisa diputuskan, bahkan oleh kematian sekalipun.

Seringkali kita menjadi seperti Marta. Kita percaya kepada Yesus, tapi masih menuntut bukti. Kita mencari Tuhan saat butuh, lalu kembali hidup seolah-olah kita bisa tanpa Dia. Tanpa sadar, kita melihat Yesus hanya sebagai penolong, bukan sebagai sumber hidup itu sendiri.

Padahal, melalui salib-Nya, Yesus sudah membuka jalan bagi kita. Ia mati untuk kita, supaya kita bisa hidup bukan hanya nanti di kekekalan, tapi mulai hari ini.

Lalu dalam Ayat 26, Yesus melanjutkan kalimatnya, “Percayakah engkau akan hal ini?”

Pertanyaan ini tidak hanya berlaku untuk Marta, tapi juga untuk kita.

 

Momen Refleksi:

Apakah kamu benar-benar percaya kepada Yesus, atau hanya mengenal-Nya saja?

Action:

Hari ini, ambil waktu untuk datang kepada Yesus. Percayalah kepada-Nya, bukan hanya sebagai penolong, tetapi sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Jika kamu belum pernah melakukannya, katakan dalam hatimu: “Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu. Masuklah dalam hidupku dan jadilah Juruselamatku.”

Ikuti Kami