Siap Memilih Jalan Salib
Kalangan Sendiri

Siap Memilih Jalan Salib

Lori Official Writer
      86

Matius 16: 21

“Mulai saat itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menderita banyak hal dari para penatua, imam kepala, dan ahli Taurat, dan dibunuh, dan bangkit pada hari ketiga.”

 

Menjadi satu kebiasaan di dalam persekutuan rohani, baik di komsel atau life group dimana setiap anggota berbagi tentang apa yang mereka alami - bisa tentang hal baik maupun hal buruknya. Dan ketika mendengar sharing ini, setiap anggota akan bersukacita dengan pencapaian anggota yang lain dan saling menguatkan dalam doa untuk setiap pergumulan yang sedang dihadapi.

Tetapi mari membayangkan, ketika Yesus berkumpul dengan murid-murid-Nya dan saat itu Dia justru menyampaikan kepada mereka bahwa "Ia harus pergi ke kota Yerusalem dan akan menghadapi penderitaan dari para penatua, imam kepala, dan ahli Taurat." (Matius 16: 21) Kira-kira bagaimana respons murid-murid saat mendengar itu? 

Saat itu, Petrus langsung menarik Yesus, dan di sana dia justru menegur Yesus, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." (Matius 16: 22) Kita mungkin akan melakukan hal yang sama seperti Petrus, sebagai bentuk dukungan kita kepada rekan life group kita yang sedang bergumul menghadapi kondisi sulit. Kedengaran sangat positif bukan? Tetapi yang cukup mencengangkan adalah Yesus justru meresponi tindakan Petrus dengan tegas (ayat 23). 

Jika kita baca keseluruhan dari pasal ini, kita akan tahu bahwa murid-murid masih mengenakan mindset duniawinya dimana mereka mengharapkan kehidupan yang baik-baik saja, tanpa penderitaan dan kesulitan. Sangat berbeda dengan mindset Allah bahwa Yesus datang ke dunia untuk melewati "penderitaan dengan mengorbankan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang."

Karena itu Yesus menegaskan kembali kepada para murid: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." (Matius 16: 24-25).

Jadi, jika Anda adalah orang-orang percaya yang telah memutuskan untuk mengikut Yesus. Apakah Anda bersedia untuk melalui pasang surut kehidupan demi mengikut Dia? Atau Anda mulai meragukan kuasa dan pertolongan Tuhan dalam hidup Anda? 

Jika hari-hari ini iman Anda kepada Tuhan mulai goyah karena beragam persoalan hidup yang membuat Anda jatuh hingga di titik terendah, mari memandang penderitaan Yesus. Tuhan tahu beban yang sedang Anda pikul, karena Dia sudah lebih dulu mengalaminya. Datanglah kepada-Nya untuk meminta kekuatan yang memampukan Anda memikulnya. 

 

Doa

"Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu memikul penderitaan demi menebus dosa-dosaku — betapa besar kasih-Mu yang tak ternilai itu. Ampunilah aku ketika iman ini mudah goyah dan meragukan rencana-Mu di tengah beban hidup yang terasa berat. Kuatkan aku untuk tidak menyerah, dan tolong aku memikul salibku dengan penuh kepercayaan bahwa Engkau selalu berjalan bersamaku. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin."

Ikuti Kami