Waspada! Online Dating Bisa Berujung Penipuan, Kenali 7 Tanda-tanda Love Scamming
Sumber: TheaDesign from Getty Images

Single / 3 February 2026

Kalangan Sendiri

Waspada! Online Dating Bisa Berujung Penipuan, Kenali 7 Tanda-tanda Love Scamming

Claudia Jessica Official Writer
2070

Online dating saat ini menjadi salah satu cara paling populer untuk mencari pasangan hidup. Banyak orang menemukan pasangan hidup lewat aplikasi kencan. Tapi sayangnya, ada resiko yang cukup serius dibaliknya.

Jika tidak peka terhadap tanda-tanda yang mencurigakan, online dating bisa berakhir pada love scamming, kasus penipuan asmara yang semakin marak belakangan ini. Kerugiannya pun tidak tanggung, ada kehilangan uang dari jutaan hingga miliaran rupiah.

Supaya online dating tidak berujung penipuan, sebaiknya kenali 7 tanda-tanda love scamming berikut ini:

1. Profilnya Terlalu Sempurna

Sebagian besar kasus love scamming bermula dari online dating atau media sosial. Pelaku biasanya membuat profil palsu dengan identitas yang terlihat menarik, lalu mengajak korban pindah ke aplikasi chat pribadi seperti WhatsApp atau Telegram. Dari sana, pelaku mulai memanipulasi emosional korbannya secara perlahan.

 

BACA JUGA: Awalnya Chat Biasa, Berakhir Love Scamming! Kenali Modus dan Cara Menghindarinya

 

Love scammer sering menggunakan foto orang bule, tentara, dokter, pilot, atau pengusaha sukses. Mereka membuat profilnya terlihat rapih, hidup mapan, ada juga yang membuat hidupnya seperti cerita di film-film.

Jika profilnya to good to be true alias terlalu sempurna untuk jadi kenyataan, kamu patut curiga!

2. Terlalu Cepat Menyatakan Cinta

Love scammer biasanya menyatakan cinta dalam waktu singkat. Mereka menyebut kamu adalah jodohnya, soulmate, bahkan membicarakan tentang pernikahan.

Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan waktu dan proses untuk membangun kepercayaan dan pondasi dalam hubungan. Jika partner dating online kamu terlalu terburu-buru, kamu boleh mencurigainya sebagai love scamming.

3. Menghindari Video Call atau Bertemu Langsung

Para pelaku love scamming tidak akan pernah berani untuk melakukan panggilan video, apalagi bertemu langsung. Mereka menggunakan alasan klasik seperti kamera rusak, sinyal jelek, atau merasa malu.

Kalau mereka berkali-kali menolak permintaan video call dan bertemu langsung, itu tanda red flag dan berpeluang besar sebagai love scam.

“Aku lagi di luar negeri”

“Keluargaku ga setuju hubungan beda agama”

“Nanti kita ketemu kalau aku pulang”

Kalau kamu sudah kenal berbulan-bulan tapi ga pernah ketemu secara langsung, atau selalu punya alasan untuk diajak ketemu kelaurga, hampir pasti scam.

 

BACA JUGA: Apa yang Anak Muda Kristen Boleh Pelajari dari Film Doku The Tinder Swindler?

 

4. Cerita Dramatis, Berujung Minta Uang

Setelah kamu memiliki keterikatan emosi, pelaku mulai beraksi dengan bercerita seolah-olah sedang mengalami masalah besar seperti:

“Aku kecelakaan, butuh biaya operasi”

“Uangku tertahan di bank luar negeri”

“Orangtua sakit parah, butuh dana darurat”

“Bisnisku bangkrut,” dan lain-lain sebagainya.

Setelah cerita yang begitu dramatis, mereka akan minta uang untuk di transfer ke rekeningnya. Ini pola klasik love scammer.

5. Bahasa Terlalu Manis dan Terlihat Seperti Copy-Paste

“Kamu beda dari yang lain”

“Aku belum pernah ketemu orang sebaik kamu”

Kalimatnya sangat puitis, klise, dan berulang. Malah kadang terasa seperti terjemahan dari bahasa asing yang diterjemahkan dari aplikasi translate. Kalimat-kalimat seperti ini dan sejenisnya seringkali dipakai untuk membangun kedekatan dalam praktik love scamming.

6. Meminta Data Pribadi atau Foto Sensitif

Pelaku bisa meminta KTP, foto KTP, nomor rekening, atau foto intim dengan alasan “untuk membangun kepercayaan” atau “biar aku bisa transfer balik nanti”. Ini sangat berbahaya dan bisa disalahgunakan. Waspada! Ini termasuk salah satu tanda-tanda love scamming.

 

BACA JUGA: Salah Gak Sih Ikut Online Dating? Ini 7 Kebenarannya Menurut Alkitab

 

7. Bereaksi Defensif Saat Kamu Mulai Curiga

Saat kamu bertanya logis, tapi pelaku justru marah, menyalahkanmu, atau memutarbalikkan keadaan itu juga tanda love scamming.

Kalau kamu tanya “kok nggak video call?” atau “bisa ketemu nggak?”, dia langsung marah, bilang kamu nggak percaya, atau malah balik nyalahin seperi, “kamu nggak sayang aku ya?” atau “kalau kamu sayang, harus percaya aku” itu jelas bentuk manipulasi emosional.

Jadi, jangan pernah mengirim uang terutama ke luar negeri. Cek foto profil menggunakan Google Image Search atau TinEye untuk memastikan keasliannya, dan kalau ada permintaan uang, segera blokir serta laporkan ke polisi tanpa perlu merasa malu karena banyak orang juga menjadi korban.

Lalu ceritakan kejadian ini kepada orang terdekat atau keluarga agar mendapatkan sudut pandang yang lebih objektif.

Love scammer pintar memainkan emosi, tapi Tuhan memberikan kita hikmat untuk membedakan yang baik dan yang jahat (Yakobus 1:5). Jadi, kalau kamu lagi dekat sama orang baru online, tetap waspada dan jaga hati ya. Kamu layak dapat kasih yang tulus, bukan yang pura-pura.

Kalau kamu pernah terluka karena online dating atau menjadi korban love scamming, jangan tanggung sendiri ya. Kamu mungkin merasa malu, sedih, kecewa, atau bahkan kehilangan kepercayaan. Tapi, Layanan Doa CBN mau mendampingi dan mendoakan supaya kamu dipulihkan, dan dikuatkan. Yuk hubungi Layanan Doa CBN dan izinkan Tuhan menolongmu melalui doa.

WhatsApp: 0822-1500-2424 

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami