Apa yang Anak Muda Kristen Boleh Pelajari dari Film Doku The Tinder Swindler?

News / 11 February 2022

Kalangan Sendiri

Apa yang Anak Muda Kristen Boleh Pelajari dari Film Doku The Tinder Swindler?

Lori Official Writer
1018

Kemunculan sosok bernama Simon Leviev di aplikasi dating online Tinder rupanya menjadi awal dari sederet kisah penipuan yang dialami oleh kaum wanita yang telah mencari cinta di aplikasi kenamaan tersebut.

Dengan memasang foto profil yang bertaburkan kemewahan para kaum borjuis, seperti berswa foto di jet pribadi, berpesta, liburan di kapal pesiar dan kerap mengenakan setelan-setelan ternama, membuat pria bertampang rupawan tersebut begitu mudah menaklukkan hati wanita yang menyukainya.

Setelah terikat cinta, Simon akan memanfaatkan para korbannya untuk mendapatkan uang sebanyak yang ia inginkan.

Alhasil, para wanita yang dikencaninya tanpa sadar telah menjadi korban penipuan berkedok romansa lewat online dating. Mereka harus menanggung hutang hingga miliaran.

Sayangnya, dikehidupan nyata pria bernama asli Simon Yehuda Hayut ini hanyalah seorang pria dari keluarga biasa. Sementara di Tinder dia memalsukan identitas dengan menyebut dirinya sebagai anak dari seorang pengusaha berlian sukses yang bernama Lev Leviev. Di kehidupan nyatanya, dia bahkan bermasalah dengan banyak hutang.

 

Baca Juga: Biar Nggak Salah Langkah, Yuk Ikuti 4 Langkah Aman Ikuti Online Dating Ini

 

The Tinder Swindler

Melalui film dokumenter The Tinder Swindler, tiga wanita korban Simon pun angkat bicara. Diantaranya Cecilie Fjellhoy wanita asal Finlandia dan tinggal di London, Inggris, Pernilla Sjoholm yang tinggal di Swedia dan Ayleen Charlotte. Mereka mengungkapkan seluruh fakta-fakta terkait modus penipuan Simon Leviev melalui aplikasi online dating Tinder. Mulai dari bagaimana mereka dirayu, dijadikan kekasih hingga ditipu habis-habisan.

Pengungkapan kasus inipun terbilang tidak mudah. Karena kebiasaannya yang selalu berpindah-pindah negara, pihak kepolisian sulit untuk menangkap Simon. 

Namun setelah ditangani oleh tim khusus dan dibantu oleh Cecilia, Pernilla dan Ayleen, pada akhirnya Simon si sang penipu ulung tersebut pun akhirnya ditangkap pada tahun 2015 silam. Akibat kejahatan ini dia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun. 

The Tinder Swindler menjadi film yang mengungkap sisi gelap dari online dating atau kencan online yang belakangan ini sedang marak di dunia anak muda.

Tinder menjadi salah satu pilihan online dating yang banyak digunakan untuk mencari pasangan. Meskipun tidak sepenuhnya menjadi tempat yang salah untuk pencarian cinta, namun kasus yang diungkapkan oleh The Tindler Swindler menjadi satu peringatan atau bahkan pelajaran supaya anak muda tetap berhati-hati ketika berkenalan dengan orang-orang baru di aplikasi kencan ini.

 

Baca Juga: Tips Aman ‘Berselancar’ di Kencan Online

 

Tentu saja ini hanyalah satu dari sekian kasus kejahatan berkedok romansa yang terjadi di online dating. Sebagian lainnya bisa terkait pelecehan seksual, penculikan, cybercrime hingga pembunuhan.

Karena itu, bagi anak muda khususnya dari kalangan Kristen, penting sekali untuk waspada ketika memutuskan mencari cinta atau teman di aplikasi kencan apapun itu.

Supaya tidak terjerat kasus penipuan seperti di The Tinder Swindler, ada baiknya anak-anak muda memperhatikan beberapa hal ini:

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami