Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang dikenal sebagai pemimpin pertama negara itu yang secara terbuka menyatakan dirinya ateis, menyoroti pentingnya iman Kristen serta peran gereja dan relawan gereja dalam mendukung masyarakat, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara Natal bersama Premier Christian News.
Dalam wawancara tersebut, Starmer menekankan bahwa nilai-nilai Kristen memiliki makna penting dalam kehidupan sosial. Menurutnya, nilai tersebut mendorong sikap saling menjaga dan memastikan setiap orang mendapat dukungan yang dibutuhkan.
“Saya pikir nilai-nilai Kristen sangat penting karena dua alasan. Pertama, karena rasa saling menjaga, tidak memandang siapa pun sebagai jiwa yang tersesat, dan bekerja untuk memastikan bahwa kita mendukung dan mendapatkan yang terbaik dari setiap orang,” ujar Starmer.
Ia juga menyoroti peran iman sebagai sumber kepastian di masa sulit. Starmer mengatakan bahwa di tengah perasaan tidak aman yang dirasakan banyak orang saat ini, iman dapat berfungsi sebagai penunjuk arah yang memberi stabilitas.
BACA JUGA: Vatikan Resmi Nyalakan Pohon Natal dan Adegan Kelahiran Yesus di Lapangan Santo Petrus
“Di saat orang merasa tidak aman, iman sangat penting, seperti bintang penunjuk arah. Dalam masa-masa ketidakpastian, orang sering mencari iman sebagai seperangkat nilai yang stabil atau titik acuan yang memberi mereka kepastian,” katanya.
Starmer secara khusus memuji semangat sukarelawan gereja, terutama menjelang perayaan Natal. Ia menilai para relawan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi yang sedang berlangsung.
“Bagi saya, para relawan gereja Natal ini membuat kita semua bangga atas kontribusi mereka. Mereka juga menceritakan kisah tentang siapa kita sebagai sebuah negara. Mereka adalah Inggris yang sebenarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Starmer menyatakan bahwa pemerintah perlu melakukan lebih banyak kerja sama dengan gereja-gereja dan kelompok sukarelawan lainnya. Ia menilai dukungan yang lebih kuat dari negara diperlukan agar peran sosial mereka dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan dan rencana pajak pemerintah, yang dilaporkan telah menyebabkan penutupan sejumlah sekolah swasta Kristen serta mengancam stabilitas keuangan gereja dan pastoran di berbagai wilayah Inggris.
Meskipun Keir Starmer bukan perdana menteri ateis pertama dalam sejarah Inggris, ia menjadi yang pertama secara terbuka menyatakan pendiriannya. Dalam lanskap politik Inggris saat ini, sejumlah tokoh nasional juga secara terbuka mengungkapkan pandangan pribadi mereka tentang agama dan iman.
Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch, misalnya, menyatakan tidak lagi percaya pada Tuhan, sementara Nigel Farage dari Partai Reformasi menggambarkan dirinya sebagai anggota Gereja Inggris yang “agak tidak taat”. Ed Davey dari Partai Liberal Demokrat dikenal sebagai jemaat gereja yang aktif, sedangkan Zack Polanski dari Partai Hijau secara terbuka menyatakan kebanggaannya sebagai seorang Yahudi.
BACA JUGA: Meriahnya Perayaan Natal di Hongkong dengan WinterFest 2025, Ada Pohon Natal Raksasa
Sumber : christiantoday.com