Elisabet, saudara Maria, dan suaminya Zakharia adalah tokoh penting dalam narasi kelahiran Yesus. Elisabet yang telah lanjut usia menjadi ibu dari Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus, setelah malaikat menyampaikan kabar sukacita kepada Zakharia (Lukas 1:5-25).
Ketika Maria mengunjungi Elisabet, janin di dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan, dan Elisabet dipenuhi Roh Kudus untuk menguatkan Maria dengan perkataan nubuat (Lukas 1:41-45).
Melalui Elisabet dan Zakharia, Allah menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Kehadiran mereka menggarisbawahi bagaimana rencana Allah mencakup keluarga yang setia dan percaya kepada janji-Nya, serta bagaimana peran Yohanes Pembaptis menjadi orang pilihan yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus.
Ketika Yesus lahir di Betlehem, gembala-gembala di padang menerima kabar gembira dari malaikat (Lukas 2:8-14). Mereka adalah saksi pertama kelahiran Sang Mesias.
Dalam budaya Yahudi, gembala sering dianggap rendah, tetapi Allah memilih mereka untuk menyampaikan kabar sukacita ini.
Kehadiran para gembala menunjukkan bahwa Injil adalah untuk semua orang, termasuk yang paling sederhana sekalipun. Allah menyatakan bahwa kerajaan-Nya terbuka bagi mereka yang rendah hati dan siap merespons panggilan-Nya dengan iman.
Orang Majus datang dari Timur dengan membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur (Matius 2:1-12). Mereka adalah para cendekiawan yang mencari kebenaran dan mengenali Yesus sebagai Raja, meskipun mereka bukan bagian dari umat Israel.
Melalui orang Majus, Allah menunjukkan bahwa keselamatan yang dibawa oleh Yesus melampaui batas-batas etnis dan bangsa. Kehadiran mereka mengingatkan kita bahwa Kristus datang untuk menjadi terang bagi semua bangsa.
Sumber : Jawaban.com | Puji AstutiIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”