Meneladani Paulus yang Hidupnya Menjadi Berkat
Kalangan Sendiri

Meneladani Paulus yang Hidupnya Menjadi Berkat

Liana M. Tapalahwene Contributor
      1268

1 Korintus 10:33

"Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat."

 

Bacaan setahun : Mazmur 5; Wahyu 11; Nehemia 1-3

Jika kita telusuri penulisan Alkitab, kita akan menjumpai kurang lebih 14 kitab dalam Perjanjian Baru. Dan kitab itu berisi surat yang ditulis oleh Rasul Paulus bagi kepada jemaat-jemaat Tuhan. Menilik kehidupan dan latar belakang Paulus yang adalah penganiaya jemaat atau pengikut Kristus (lihat Kisah Para Rasul 9:1-2), tentunya menjadi cerita tersendiri yang memberi ruang kesaksian tentang ke-Maha Kuasaan Allah.

Paulus adalah salah satu Rasul di Perjanjian Baru yang pada perjalanan kehidupannya mengalami perubahan drastis. Ia mendapatkan penglihatan akan Yesus Kristus dalam perjalanan ke Damsyik (lihat Kisah Para Rasul 9:3-5).

Pertobatan Paulus mengisahkan jejak kesaksian akan bagaimana kehidupannya dan itulah yang dituangkannya dalam surat-surat bagi kepada jemaat-jemaat Tuhan, sebagaimana tercatat dalam Kitab Perjanjian Baru.

Hari ini, Paulus mengingatkan kita akan perkara dimana kepentingan orang banyak adalah hal utama dibanding kepentingan pribadi. Jika hidup dalam keistimewaan dan terjamin menjadi milik Saulus (Paulus) yang merupakan warga negara Romawi (Kisah Para Rasul 16:37-38 & 22:25), lantas mengapa Paulus tetap bertahan hidup sebagai seorang Rasul Tuhan? Secara logika kita tidak dapat memahami apa jalan pikirannya Paulus, dan bukankah Paulus adalah orang terpelajar. Namun, jalan Tuhan tidak dapat diselami oleh pemikiran manusia.

Dalam melakukan perjalanan misinya, Paulus banyak mengkhotbahkan tentang Injil keselamatan dan bagaimana mengelola, serta mengorganisasi gereja dengan baik dan benar. Selain itu, Paulus juga adalah seorang pelajar Kitab Suci yang tekun.

Paulus bahkan menegaskan bahwa: apa yang dahulu merupakan keuntungan baginya, sekarang dianggap rugi karena Kristus. Karena bagi Paulus, pengenalan akan Kristus Yesus lebih mulia daripada semua yang pernah dimilikinya.

Dari kisah Paulus ini, mari kita renungkan apa yang menjadi kebanggaan kita dan masih kita pertahankan? Selamat jadi pribadi yang diberkati Tuhan Dan kembali menjadi berkat. Jangan lupa untuk terlebih dulu menghargai orang lain sebelum kita minta dihargai. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami