Percaya dan Beriman Tanpa Harus Melihat
Kalangan Sendiri

Percaya dan Beriman Tanpa Harus Melihat

Contasia Christie Official Writer
      1112

1 Petrus 1:8-9

Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

 

Bacaan setahun : Mazmur 16; Wahyu 22; Ayub 8-10

Tidak sedikit orang yang masih seperti Tomas, butuh pembuktian sebelum bisa benar-benar percaya kepada-Nya karena kita saat ini hidup di dunia yang skeptis dan sinisMaka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes 20:25)

Mereka harus benar-benar merasakan mukjizat ‘ukuran mereka’ (apa yang ada di pikiran mereka) sendiri, barulah percaya kepada Tuhan bahwa Ia memang ada. Sehingga tidak sedikit orang seperti ini yang mengejar ibadah hanya untuk kepentingannya sendiri dan untuk membuktikan bahwa Tuhan benar ada.

Bukan hanya itu, lingkungan sekitar kita juga mempengaruhi cara kita berpikir maupun bertindak. Berita palsu atau hoax dimana-mana membuat kita menjadi tidak mudah percaya dan membutuhkan bukti dari semua kabar yang beredar.

Pemikiran kritis dan skeptis inilah yang akhirnya bisa merasuk dalam kehidupan beriman orang percaya. Padahal dengan jelas kita sudah mendapatkan bukti tertulis dan penjelasan dari janji Tuhan yang digenapi dalam Alkitab.

Oleh karena itu, Allah justru memandang iman orang percaya yang tidak melihat namun sudah beriman itu, lebih besar daripada yang benar-benar melihat dan bersama dengan Yesus saat berada dalam dunia. Ada berkat khusus yang tercurah bagi "mereka yang tidak melihat, namun percaya" (Yoh 20:29).

Ingatlah sahabat, apabila kita hidup dengan iman, Allah mengaruniakan sukacita kepada kita (Yoh 16:24; Rom 15:13).

Ikuti Kami