Bersukacita dalam Pengharapan
Kalangan Sendiri

Bersukacita dalam Pengharapan

Samuel Agus Santoso Contributor
      1133

Roma 12:12

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Bacaan setahun : Mazmur 12; Wahyu 18; Maleakhi 3-4

Anda pasti mengenal lagu yang syairnya berbunyi :

Sbab Dia Hidup, ada hari esok, Sbab Dia hidup kutak gentar, karna ku tahu Dia pegang hari esok, hidup jadi berarti sbab Dia hidup.

Lagu aslinya yang berjudul “Because He Lives” ini telah menjadi kekuatan, pengharapan dan penghiburan bagi anak-anak Tuhan di seluruh dunia. Lagu ini diambil dari kutipan ayat Alkitab dalam kitab Yohanes 14:19“sebab Aku hidup, dan kamu pun akan hidup.”

Tahukah Anda bahwa pencipta lagu ini, Bill dan Gloria Gaither pernah menghadapi rasa putus asa dan mengalami masa sulit. Bill menderita sakit mononucleosis, yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV), sedangkan istrinya Gloria sedang mengandung anak mereka yang ketiga ditengah perekonomian yang sulit.

Di saat putus asa itu, Bill mengalami sesuatu yang menginspirasinya. Suatu saat dia berjalan kaki keluar dari kantornya dan melihat jalan beraspal yang baru saja diperbaiki. Namun tiba-tiba matanya tertuju kepada sepotong rumput yang tumbuh di antara batu dan aspal tersebut. Saat itu hatinya seperti bergelora, karena dari rumput kecil yang tumbuh, Bill dapat menyaksikan kehidupan baru meski di tengah aspal yang keras.

Siapa yang memberi kehidupan pada rumput lemah itu, jikalau bukan Tuhan. Dari pengalaman itulah lagu Because He Lives tercipta. Terbukti lagu ini memberikan pengharapan dan kepastian bagi banyak orang di seluruh dunia, sebab Yesus hidup aku tidak takut atau kuatir, karena ada hari esok bersama Dia.

Sahabat bagaimana caranya agar kita bisa bersukacita dalam pengharapan? Bisa digambarkan bahwa hidup di dunia ini seperti sebuah kapal di tengah laut yang sangat mudah diombang-ambingkan gelombang. Pencobaan, sakit-penyakit, penganiayaan, penderitaan, masalah dan lain-lain itu adalah angin atau badai yang dapat mengancam kapal kehidupan kita. Sehingga agar kapal hidup ini menjadi kuat dan aman, dibutuhkan sauh yang kuat.

Seperti tertulis dalam Ibrani 6:19-20 - Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Kabar baiknya adalah Yesus Kristus Sang harapan Injil, merupakan sauh yang kuat serta aman bagi jiwa kita saat kita menghadapi peperangan rohani dan badai kehidupan. Desember ini, kita memperingati kelahiran Yesus ke dalam dunia. Dia datang untuk menebus dosa manusia.

 

Sahabat, apakah kita sudah siap menyambut kedatangan-Nya? Mari berjaga-jagalah sebab kita tidak tahu pada hari mana Tuhan Yesus datang. Langit dan bumi akan lenyap, tetapi Firman Tuhan itu kekal selama-lamanya. Amin.

Ikuti Kami