Stop Kekerasan Pada Anak
Kalangan Sendiri

Stop Kekerasan Pada Anak

Samuel Agus Santoso Contributor
      1158

Matius 18:10 (TB)

"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga."

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 138; Yohanes 15; Ezra 1-2

Mengacu pada laman KPAI, akhir-akhir ini marak diberitakan kasus kekerasan terhadap anak, khususnya berita kekerasan seksual. Yang menjadi keprihatinan adalah terungkapnya pelaku ternyata orang-orang terdekat atau dikenal oleh korban seperti orang tua kandung atau sambung, guru, kerabat dekat atau teman.

Bahkan puluhan anak menjadi korban di tempat umum seperti sekolah, halaman rumah sendiri dan yang sangat menyedihkan adalah di rumah ibadah.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Jasra Putra mengatakan, maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak ini harus menjadi peringatan besar untuk orang tua dan semua pihak agar ketat dalam melakukan pengawasan.

Apa jadinya bangsa kita kelak, jika anak-anak telah dihancurkan dengan kekerasan dan perlakuan yang merusak karakter anak padahal anak-anak adalah penerus kita di masa depan. Mantan Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy dalam laman Facebook UNICEF mengatakan, anak-anak adalah sumber daya yang paling berharga di dunia dan harapan terbaik untuk masa depan. Jadi, masa depan sebuah bangsa terletak pada kualitas karakter anak-anaknya.

Di dalam Alkitab, anak-anak sangat diperhatikan oleh Tuhan. Dalam Matius 18:10 Tuhan Yesus menegaskan, bahwa anak-anak kecil adalah pribadi yang istimewa. Anak-anak kecil di sini dapat dipahami secara harfiah sebagai anak-anak kecil yang Yesus bicarakan dalam ayat 2 dan 4. Meski demikian, mereka tidak boleh dianggap rendah.

Dalam kata aslinya, menganggap rendah berarti berpikir melawan, tidak menghargai atau membenci. Tuhan Yesus mengingatkan, kita tidak boleh mengejek kelemahan-kelemahan mereka, meremehkan mereka atau acuh tak acuh terhadap mereka. Kita harus menjaga setiap ucapan dan tindakan kita agar tidak menyesatkan mereka atau melakukan kekerasan terhadap mereka secara sadar maupun tidak sadat.

Stop kekerasan pada anak! Jika kita tetap merendahkan atau melakukan kekerasan kepada anak-anak, maka kita akan menanggung akibatnya. Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa di sorga. Malaikat-malaikat ini menjadi pelindung yang akan membinasakan orang yang merendahkan atau menyesatkan anak-anak kecil. Bahkan Markus 9:42 mengatakan, “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.”

Sahabat, mari kita menjadi pribadi yang peduli dengan anak-anak. Kitab Daniel 12:3 mengatakan, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya."

Mari kita komitmen untuk membawa anak-anak memiliki hati yang mengasihi Tuhan, mencintai Firman Tuhan dan menjadi saksi-saksiNya Tuhan. Amin.

Ikuti Kami