Raja di Alkitab Ini Hanya Memimpin Dalam 7 Hari Saja, Siapa Ya?

Fakta Alkitab / 18 July 2022

Kalangan Sendiri

Raja di Alkitab Ini Hanya Memimpin Dalam 7 Hari Saja, Siapa Ya?

Lori Official Writer
620

Menjadi raja dalam hitungan hari? Ya, di Alkitab dituliskan sebuah peristiwa kudeta berdarah yang membuat raja tersebut hanya memerintah dalam hitungan beberapa hari saja.   

Siapakah raja yang dimaksud?

 

Kudeta Berdarah Panglima Perang Israel

Kerajaan Israel (Utara) diperintah oleh Raja Ela,seorang raja yang tidak memerintah dengan baik dan melakukan penyembahan berhala.

Zimri, panglima perangnya yang mengusai setengah kekuatan pasukan kereta kemudian melakukan kudeta  dengan cara keji. Ia melakukan konspirasi pembunuhan terhadap sang raja di rumah Arza, kepala rumah tangga Istana. Zimri menghabisi nyawa Ela yang sedang dalam keadaan mabuk berat di sebuah pesta di rumah Arza.

Aksi penumpahan darah Zimri tidak berhenti di situ. Setelah Zimri naik tahta menggantikan Ela, Ia membantai semua keluarga Baesa, ayah dari Ela, dan semua garis keturunannya. Bahkan orang-orang dekat keluarga Baesa tak ada yang dibiarkan hidup.

 

Baca Juga: Tak Dengarkan Teguran Nabi, Raja Ini Menuai Akibatnya

 

Apa yang dialami keluarga besar Baesa ini sebenarnya adalah pemenuhan dari nubuat Tuhan bahwa Baesa dan keluarganya akan di sapu bersih (1 Raja-raja 16:3). Hal ini karena Baesa dan keturunannya melakukan apa yang dianggap jahat di mata Tuhan.

Ela menjadi raja pada tahun ke-26 dan tewas pada tahun ke-27 pemerintahan raja Asa dari Kerajaan Yehuda. Menurut  William F. Albright memperkirakan  pemerintahannya terjadi antara 877-876 SM, sementara Edwin R. Thiele menulis 886-885 SM.

 

Zimri ditentang oleh Omri

Zimri melakukan kudeta berdarah tersebut di tengah situasi peperangan Israel dan Filistin. Sebagian prajurit Israel sedang berada di medan perang. Mereka sedang berkemah untuk mengepung wilayah Gibeton yang dikuasai Filistin. Pasukan Israel yang sedang bertugas di Gibeton ini dipimpin oleh Omri. Sejumlah orang mengabarkan pada Omri dan pasukannya bahwa terjadi perebutan kekuasan di ibu kota kerajaan Israel, Tirza.

Saat itu juga, bangsa Israel yang berada Gibeton menobatkan Omri menjadi raja. Mereka rupanya tidak setuju dan mengutuk keras aksi Zimri. Setelah pengepungan di Gibeton selesai, Omri dan pasukannya berangkat menuju Tirza dan mengepung istana Raja Zimri. Kedua mantan panglima perang itu berhadapan dengan kekuatan militer masing-masing. Tapi rupanya Omri lebih unggul daripada Zimri. Omri dan pasukannya berhasil merebut Tirza. Artinya ibu kota kerajaan sudah jatuh ke tangan Omri.

 

Baca Juga: Rahasia Dibalik Terbelahnya Tabir Bait Suci Pasca Kematian Tuhan Yesus

 

Zimri bunuh diri  

Zimri yang menyadari kekalahannya melakukan tindakan mengejutkan. Ia masuk ke dalam istana dan membakar seluruh istana. Zimri sengaja tidak beranjak ketika api berkobar melumat seluruh komplek istana.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami