Rahasia Dibalik Terbelahnya Tabir Bait Suci Pasca Kematian Tuhan Yesus

Fakta Alkitab / 11 July 2022

Kalangan Sendiri

Rahasia Dibalik Terbelahnya Tabir Bait Suci Pasca Kematian Tuhan Yesus

Lori Official Writer
2450

Alkitab mencatat fakta bahwa tabir Bait Suci terbelah dua, saat Yesus Kristus mati di kayu salib. Tapi tahukah Anda kenapa peristiwa ini terjadi atau kenapa harus ada pembagian ruangan dengan pembatas tirai ini di Bait Allah?  

 

Sejarah Tirai Bait Suci

Tabir atau tirai Bait Suci adalah salah satu benda dalam Alkitab yang memiliki daya Tarik untuk dibicarakan.  

Tabir Bait Suci menjadi bagian penting interior bangunan Bait Suci. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bait Suci terbagi atas tiga bagian, yaitu Ruang Maha Suci, Ruang Suci, dan Pelataran. Tabir Bait Suci adalah tabir atau tirai pemisah antara Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus di dalam Bait Suci.

Bangunan Bait Suci memiliki sejarah perkembangannya sejak jaman Musa. Tuhan memerintahkan Musa membangun Kemah Suci.

Bangunan semi permanen itu dipergunakan sebagai tempat kediaman TUHAN di tengan-tengah bangsa Israel.

Kebutuhan tempat kediaman Tuhan itu berlanjut pada jaman Daud. Raja Israel itu hanya memiliki porsi untuk merancang dan mempersiapkan pembangunan Bait Suci. Sedangkan, pelaksanaan dan penyelesaian pembangunan Bait Suci dilakukan oleh Salomo, anak Daud.

 

Baca Juga: Tak Dengarkan Teguran Nabi, Raja Ini Menuai Akibatnya

 

Bait Suci ke 2

Pada 587 SM, Babilonia menaklukan Israel dan mereka menghacurkan Yerusalem termasuk Bait Suci yanga ada di sana. Kemudian Bangsa Israel mengalami pembuangan ke Babilonia. Tahun 539 SM, Koresh Agung, penguasa Babilonia mengijinkan bangsa Israel pulang ke tanah airnya. Kemudian, mereka melakukan Pembangunan bait suci kedua di Yerusalem yang dimulai sekitar tahun 537 SM.

Sampai di zaman Yesus, Bait Suci masih berdiri. Bahkan Herodes Antipas, penguasa wilayah saat itu memperkokoh bangunan Bait Suci. Artinya pada jaman Yesus, Bait Suci masih mempertahankan tata ruang awal dan benda-benda penting awal, termasuk tabir yang memisahkan antara Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus.

Bahan dari tabir tersebut dibuat sesuai perintah Firman Tuhan yang tertulis dalam Keluaran 36:37, "Juga dibuat oranglah tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.”

Catatan kuno milik para rabi menyebut bahwa tabir ini tebalnya selebar tangan, ditenun dari 72 jalinan dipilin, setiap pilinan terdiri dari 74 benang. Tabir itu panjang 60 kaki dan lebar 30 kaki. Artinya kira-kira panjang 20 meter, lebar 10 meter dan tebal 5-10 sentimeter. Tabir itu sangat berat oleh karena itu dibutuhkan banyak imam untuk menggesernya. 

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban Channel
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami