Ternyata Kurang Dari Separuh Kaum Evangelis yang Percaya Alkitab Secara Harafiah Benar

News / 13 July 2022

Kalangan Sendiri

Ternyata Kurang Dari Separuh Kaum Evangelis yang Percaya Alkitab Secara Harafiah Benar

Lori Official Writer
469

Selama ribuan tahun, kaum evangelis atau penginjilan telah memakai literasi Alkitabiah sebagai metode yang paling dominan untuk menafsirkan Alkitab.

Namun hasil studi yang dirilis oleh lembaga studi Kristen Gallup menemukan fakta mengejutkan bahwa rupanya saat ini sangat sedikit kaum evangelis Amerika dan bahkan orang Kristen yang percaya bahwa Alkitab harus dipahami secara harafiah.

Sementara Got Questions Ministries berpendapat bahwa Alkitab harus dipahami secara harafiah, kecuali di bagian teks yang bersifat alegoris, puitis atau kiasan. 

Sebagaimana hasil studi Gallup terhadap 1007 kaum evangelis dan orang Kristen di bulan Mei 2022 ini menemukan bahwa hanya 40% diantaranya berpendapat jika Alkitab sebagai firman kebenaran. Sementara 51% lainnya percaya jika Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan, yang berarti manusia diberi ilham oleh Allah untuk menulis Alkitab.

 

Baca Juga: 

Penemuan Tembikar kuno, Buktikan Kebenaran Alkitab

Penemuan Ini Dukung Kebenaran Alkitab Soal Orang Kanaan

 

Sementara sebanyak 20% orang Kristen dewasa yang disurvei menyampaikan bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang harafiah atau sebagaimana aslinya. Di tahun 2017, sebuah lembaga riset menemukan jajak pendapat terhadap orang Amerika dan menemukan bahwa sebanyak 24% responden menerimanya sebagai firman Tuhan yang harafiah. Sementara 29% lainnya mengatakan bahwa Alkitab adalah kumpulan dari fable, legenda, sejarah dan ajaran moral yang dicatat oleh manusia.

“Ini yang pertama kalinya secara signifikan lebih banyak orang Amerika yang memandang Alkitab tidak diilhami secara ilahi daripada sebagai firman Tuhan yang harafiah,” demikian disampaikan hasil riset Gallup.

Di tahun 2015, data dari Pew Research menemukan sebanyak 60% gereja-gereja injili mendukung interprestasi literal Alkitab. Sementara di tahun 2019, lembaga riset ini juga mencatat bahwa sekitar 61% dari Gereja Baptis memandang Alkitab sebagai firman Tuhan yang harafiah. 

Sayangnya, data yang dikumpulkan oleh Gallup menemukan bahwa hanya sebanyak 30% dari gereja protestan dan 15% gereja Katolik yang memandang Alkitab secara harafiah benar. Sementara sebanyak dua pertiga dari umat Katolik memandang Alkitab sebagai firman Allah yang diilhami.

“Seperti yang terjadi di tahun 2017, kepercayaan pada Alkitab harafiah paling tinggi di antara mereka yang lebih religius dan di antara mereka yang pendidikannya kurang formal. Orang Amerika yang mengidentifikasi diri sebagai kaum Evangelis atau dilahirkan kembali jauh lebih mungkin memandang Alkitab benar secara harafiah, meskipun persentase yang percaya kepada Alkitab harafiah kurang dari 50%,” terang Gallup.

 

Baca Juga:

Penemuan Tulisan Tangan Berusia 2.600 Tahun Kuatkan Kebenaran Alkitab

[VIDEO] Fakta Alkitab: Isu Vaksin Ada Chipnya, Apa Saja Tanda Akhir Azaman?

 

Berdasarkan penemuan ini disimpulkan bahwa mayoritas orang Kristen, yang mengaku sebagai kaum evangelis percaya bahwa Tuhan itu maha kuasa, maha tahu dan pencipta alam semesta.  Sementara lebih dari separuhnya menolak sejumlah ajaran dan prinsip alkitabiah, termasuk keberadaan Roh Kudus.

Sementara yang lainnya percaya bahwa semua keyakinan agama punya nilai yang sama. Pada dasarnya semua orang baik dan setiap orang bisa menggunakan tindakan kebaikan sebagai jalan masuk surga. Selebihnya menganggap bahwa perasaan, pengalaman dan masukan dari teman dan keluarga sebagai sumber bimbingan moral yang paling terpercaya dan bahwa memiliki iman lebih penting.

Sumber : Christiantoday.com
Halaman :
1

Ikuti Kami