Penemuan Tulisan Tangan Berusia 2.600 Tahun Kuatkan Kebenaran Alkitab

Penemuan Tulisan Tangan Berusia 2.600 Tahun Kuatkan Kebenaran Alkitab

Mega Permata Official Writer
12589

Telah ditemukan beberapa potongan tembikar yang berisikan daftar belanja dari tentara kuno, Yehuda. Penemuan ini menjadi bukti mengenai kebenaran dalam Alkitab, menurut para peneliti.

Para peneliti dari Universitas Tel Aviv sudah mempelajari prasasti yang mereka temukan ini pada pecahan tembikar yang diperkirakan sudah berumur 2.600 tahun. Mereka menyebutnya dengan ‘ostraca’.

Arkeolog Tel Aviv menemukan bahwa prasasti tersebut adalah berisikan beberapa persediaan tentara yang akan dibawa ke suatu benteng. Catatan tersebut ditulis dengan akurasi meskipun mereka hanyalah seorang tentara berpangkat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian mereka akan huruf meningkat tinggi diantara orang Israel pada zamannya. Tidak hanya di kalangan bangsawan atau iman atau ahli-ahli Taurat, tetapi bahkan orang-orang biasa.

Menurut Avery Foley mengatakan, “Alkitab menyiratkan bahwa melek aksara adalah keharusan, bahkan diantara masyarakat umum,” tulisnya dalam Answers in Genesis.

Alkitab dipenuhi oleh cerita orang-orang Israel yang kemudian dituangkan dalam tulisan. Seperti menuliskan perintah Allah pada tiang pintu mereka. Seperti dalam kitab Yosua, Yosua mengirimkan tiga orang untuk melakukan survey tanah yang dialokasikan untuk tujuh suku dan mengatakan kepada mereka untuk menuliskan apa yang mereka amati ke dalam sebuah buku. Dalam kitab Kejadian, salah satu buku tertua di Alkitab, menyebutnya dengan “Kitab Generasi Adam.”

Bagi para peneliti, prasasti yang ditemukan dalam pecahan tembikar ini memberikan bukti terhadap argumen bahwa sebagian besar buku di dalam Alkitab tidak ditulis sampai 568 SM. Dalam argument tersebut mengutip bahwa masyaraka Israel buta huruf dan berdiri pada gagasan bahwa Israel menjadi melek huruf hanya stelah mereka dibawa sebagai tawanan oleh Babel, yang konon telah mendidik mereka.

Meskipun demikian, banyak sarjana Alkitab percaya bahwa buku-buku itu ditulis oleh orang-orang yang sesuai dengan nama mereka. Dan, bahwa kitab-kitab itu ditulis selama periode waktu yang dijelaskan di dalamnya. Mereka percaya, bahwa Kitab Yesaya ditulis oleh Nabi Yesaya sendiri pada masa pemerintahan empat raja yang berbeda, seperti Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia.

Foley menyatakan bahwa prasasti memberikan bukti tingkat tinggi bangsa Israel dalam hal keaksaraan menunjukkan bahwa firman Allah nyata dan akurat. “Penelitian baru ini mendukung keakuratan firman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Israel lebih melek daripada yang dipercaya oleh banyak kalangan sarjana. Ini berarti bahwa nabi-nabi bahkan orang biasa seperti Amos sebagai seorang gembala, juga melek dan mampu menuliskan cerita mereka ke dalam kitab.”

Sumber : Christiantimes.com/Satuharapan.com
Halaman :
1

Ikuti Kami