17 Ayat Alkitab Tentang Kasih Tuhan dan Manusia

17 Ayat Alkitab Tentang Kasih Tuhan dan Manusia

Lori Official Writer
1932

Alkitab menjadi buku kehidupan dimana kita bisa menemukan sejuta pertanyaan tentang kehidupan. 

Menyambut bulan penuh kasih ini, apakah Anda punya pertanyaan seputar apa itu kasih dan maknanya bagi hidup kita, hubungan kita dengan sesama dan Tuhan? Yuk cari tahu jawabannya lewat 17 ayat Alkitab tentang kasih ini.

1. Kasih Agape 

Kasih agape menggambarkan tentang hubungan antara Tuhan dengan manusia. Kasih ini mengungkapkan tentang kasih Tuhan atas kita. Kasih ini diberikan dengan sengaja, konsisten dan transparan. Kasih Tuhan dalam Alkitab digambarkan sebagai kasih sejati karena tidak pernah berubah sekarang dan sampai selama-lamanya. 

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16)

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.” (1 Yohanes 3: 1)

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5: 8)

“Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.” (Mazmur 86: 15)

 

Baca Juga: 

Mengenal Tujuh Jenis Cinta

4 Definisi Kasih Menurut Pengertian yang Tuhan buat Sendiri

 

2. Kasih Philia

Berbeda dengan kasih Agape, kasih Philia menggambarkan tentang kasih kepada sesama. Kasih ini biasanya kita ungkapkan melalui kemurahan hati kita kepada sesama seperti teman terdekat dan orang lain. 

Kasih Philia membantu orang lain bisa bertumbuh di dalam Kristus. 

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Korintus 13: 4-7)

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13: 34-35)

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4: 7-8)

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami