5 Cara Orangtua Ajarkan Anak Biar Gak Jadi Penggemar Fanatik

Relationship / 28 January 2022

Kalangan Sendiri

5 Cara Orangtua Ajarkan Anak Biar Gak Jadi Penggemar Fanatik

Lori Official Writer
718

Gak bisa dipungkiri, pengaruh K-Pop atau boyband dan girband Korea Selatan begitu menjamur di Indonesia. Anak-anak generasi Z dan Alpha saat ini menjadi penggemar terbesarnya. 

Jadi gak heran kalau koleksi galeri dan video di ponsel anak dipenuhi dengan idola K-Popnya. Di sosial media anak juga dipenuhi dengan postingan-postingan seputar idola boyband dan girlband anak.

Bukan saja soal musik K-pop, tetapi kehadiran drama Korea (DraKor) berhasil mencuri perhatian anak-anak remaja. Tiada hari tanpa mengikuti perkembangan serial DraKor yang baru muncul.

Memang tak ada yang salah dengan mengidolakan bintang K-Pop atau selebriti Korea. Tetapi menjadi buruk dampaknya jika anak sudah menjadi fans fanatik. Bukan saja akan membuat anak rela melakukan apapun demi fans, tetapi kehidupan nyata anak bisa terganggu saat mulai berhayal bisa menjadi pribadi atau sosok seperti idolanya.

Nah untuk mencegah hal ini terjadi ke anak, orangtua perlu melakukan 5 pendekatan ini:

1. Kenali Dunia K-Pop yang Digemari Anak

Kebanyakan orangtua jaman sekarang mungkin tidak begitu familiar dengan dunia K-Pop. Tetapi mengingat hal ini identik dengan kehidupan anak remaja, mau gak mau orangtua harus belajar dan mengenal dunia ini.

Cari tahu siapa boyband dan girlband Korea idola anak Anda atau Drakor apa yang membuat anak begitu bersemangat. Dengan memposisikan diri di tengah kesenangan anak, orangtua bisa nyambung dengan anak. Sehingga akan jauh lebih mudah untuk mengawasi dan menilai apakah yang diidolakan anak baik atau tidak.

Tentunya dengan memberikan pengertian yang baik, akan jauh lebih diterima oleh anak.

 

Baca Juga: Siapa Sosok yang Diidolakan Anak-anak Kita. Selebriti atau Tuhan?

 

2. Cari Tahu Pandangan Anak Soal Idolanya

Membangun diskusi 15 menit setiap hari soal K-pop idola anak, aktris atau aktor kesukaan mereka cukup bagi orangtua untuk memahami sudut pandang anak. Misalnya, seberapa besar anak mencintai grup tersebut dan adakah hal berlebihan yang mereka lakukan sebagai bentuk kegemaran mereka?

Jika anak ternyata rela menghabiskan uang hanya demi mengoleksi berbagai barang yang terkait idola, sudah waktunya bagi orangtua untuk meluruskan pandangan anak.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami