Temukan Kekuatan di Saat Terlemah Anda dengan 6 Cara Ini
Sumber: kompas

Kata Alkitab / 9 November 2021

Kalangan Sendiri

Temukan Kekuatan di Saat Terlemah Anda dengan 6 Cara Ini

Claudia Jessica Official Writer
3037

3. Jangan fokus kepada apa yang tidak Anda miliki

Salah satu alasan orang tidak ingin mengakui kelemahannya adalah karena mereka berpikir bahwa mereka lebih rendah dari orang lain. Alih-alih merasa demikian, sebaiknya kita fokus pada apa yang Tuhan berikan untuk kita miliki.

Kita mungkin tidak bertubuh besar dan kuat, mungkin kita tidak mampu berpidato di depan orang lain, mungkin kita tidak memiliki energi tinggi seperti beberapa orang yang kita kenal. Lalu apa yang salah? Itu tidak membuat mereka lebih baik atau kita lebih rendah. Itu hanya membuat kita berbeda.

Anda memiliki karunia, bakat, pengalaman, dan kekuatan yang tidak orang lain miliki. Anda mungkin terkejut ketika mengetahui bahwa ada orang yang menghargai kelebihan Anda dan tidak melihat kelemahan Anda. Terakhir, ingatlah apa yang Paulus katakan, “Kita memiliki kekuasaan yang melampaui segalanya dari Allah.” Setiap orang Kristen memiliki itu, termasuk Anda!

 

BACA JUGA:

7 Doa Meminta Kekuatan dan Ketenangan di Tengah Kondisi Keluarga yang Sulit

 

4. Bersiap untuk hadapi kesulitan, tetapi tahan diri untuk dihancurkan

Ketika menyadari kelemahan Anda, aka nada masa-masa dimana Anda tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikan sebagian besar hal dalam hidup Anda. Jadi, membiasakan diri sejak dini akan sangat membantu ke depannya.

Saya tidak bisa mengontrol apakah cakram di punggung saya rusak atau tidak. Ini genetik. Tapi saya bisa mempersiapkan konsekuensinya saat ini dan di depan saya.

Satu hal yang dapat Anda lakukan adalah memastikan bahwa Anda tidak dihancurkan olehnya. Kesulitan itu unik dalam arti menunjukkan betapa kuatnya iman kita. Sangat mudah untuk memiliki iman yang luar biasa kepada Tuhan ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik, tetapi iman kita yang sejati terungkap ketika sesuatu berjalan dengan tidak baik.

Rasa sakit dan keputusasaan menghancurkan saya. Tapi hal itu membantu saya menyadari bahwa saya perlu berpegang pada harapan dan kebenaran Firman Tuhan. Iman saya membantu dari kehancuran total. Saya diingatkan oleh pesan Paulus bahwa di dalam Kristus, saya dapat bertahan dari apapun karena “kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian.” (2 Korintus 4:9)

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami