5 Jenis Khotbah yang Sering Didengar Orang Kristen di Gereja

5 Jenis Khotbah yang Sering Didengar Orang Kristen di Gereja

Lori Official Writer
496

Saat hadir di gereja atau mendengar khotbah dari pendeta, setiap orang pasti akan menunjukkan reaksi alami mereka selama mendengar khotbah tersebut. Ada yang terlihat bersemangat, ada yang terlihat bosan, ada yang mengantuk dan ada juga yang justru asyik main ponsel.

Dari sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Philip Nation, ditemukan bahwa ternyata ada 5 jenis khotbah yang sering didengarkan orang Kristen di gereja.

1. Khotbah yang Dilengkapi Dengan Hiburan (Pulpitainment)

Sebagian pendeta pasti berharap supaya jemaat yang mendengar khotbahnya bisa merasa terhibur dan aktif. Karena itu, pendeta akan mencoba untuk membumbui pesannya dengan cerita lucu, video klip menghibur atau adegan yang mengundang decak tawa di seluruh ruangan.

Kita semua tahu bahwa seorang pembicara merasa bertanggung jawab untuk membuat pendengarnya tetap terlibat di sepanjang penyampaikan khotbah. Karena mereka berpikir bahwa tak ada satupun dari bagian Alkitab yang mengandung hal yang lucu.

Akibatnya, pendeta berusaha untuk menghibur jemaat dengan sumber-sumber lelucon yang sudah dikumpulkannya. Sayangnya, sebagian pendeta justru lupa dengan inti pesan kebenaran yang harus dia sampaikan.

2. Berfokus Kepada Pengkhotbah

Jenis khotbah ini biasanya cukup banyak terjadi di gereja-gereja, sekalipun mungkin dilakukan tanpa sengaja. 

Biasanya jenis khotbah semacam ini akan banyak menyoroti tentang pengkhotbah atau pendeta. Setiap pujian dan sorakan dari jemaat seakan tertuju kepada pengkhotbah. Sehingga sesi khotbah kebanyakan berbicara tentang satu pribadi di luar dari Tuhan. Akibatnya, inti pesan injil yang ingin disampaikan justru tidak sampai kepada jemaat.

 

Baca Juga: Pesan Penting Dibalik Khotbah yang Berulang

 

3. Berbagi Secara Berlebihan (Oversharing)

Yang dimaksud dengan oversharing di sini adalah ketika pengkhotbah atau pendeta membagikan pesan tentang kehidupannya terlalu banyak dibandingkan dengan firman Tuhan. 

Jemaat biasanya akan mudah menilai kemana arah khotbah yang akan disampaikan pengkhotbah ketika mulai membagikan cerita pribadi secara panjang lebar. Ada jemaat yang sama sekali tidak nyaman dengan cerita-cerita hidup yang terlalu berfokus kepada diri sendiri. Karena itu, sangat penting bagi pengkhotbah untuk tetap menyeimbangkan antara membagikan pengalaman hidup dengan tetap fokus menggali firman Tuhan.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Biblestudytools.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami