Korban Pelecehan Seksual Angkat Bicara, 8 Pegawai KPI Terancam Dipecat

Korban Pelecehan Seksual Angkat Bicara, 8 Pegawai KPI Terancam Dipecat

Lori Official Writer
1404

Kasus pelecehan seksual yang kabarnya terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya diresponi oleh pimpinan lembaga tersebut. Sebagaimana dilaporkan bahwa sebanyak 8 pegawai terduga pelaku pelecehan seksual telah dibebastugaskan. 

Parahnya pembebas tugasan ini bisa berakhir pada pemecatan jika mereka terbukti bersalah berdasarkan keputusan hukum.

“Delapan orang itu telah dibebastugaskan. Untuk sanksi tegasnya, tentu disesuaikan dengan aturan kepegawaian yang ada. Sanksi terberat diberhentikan,” kata Komisioner KPI, Nuning Rodiyah. 

Sementara KPI akan menyiapkan pendampingan hukum untuk korban. KPI bahkan akan mendukung proses penyelidikan oleh aparat kepolisian dan menjadi penengah dalam kasus ini.

Selain itu, KPI berjanji akan mulai membuat perubahan sistem kepegawaian dan mengevaluasi kasus pelecehan yang dialami oleh korban berinisial MS tersebut sejak kurun waktu 2021-2015.

“Di internal juga kami melakukan investigasi menhenai kasus ini. Saat ini proses investigasi sudah berjalan, minggu ini diharaokan seluruh informasi sudah terkumpul,” terangnya.

 

Baca Juga: Bukti Hidup, Joyce Meyer Tegaskan Korban Pelecehan Seksual Bisa Pulih

 

Korban Ungkapkan Kasus Melalui Berbagai Media

Seperti diketahui, korban MS menyampaikan pengakuannya ke berbagai media pada Rabu, 1 September 2021 lalu.

Pengakuan tersebut disampaikan secara tertulis. MS mengaku sebagai salah satu pegawai KPI dan telah mengalami pelecehan seksual oleh rekan sekerjanya. Akibat perlakuan tersebut, korban mengaku trauma dan stress.

Di hari yang sama, korban MS juga membuat laporan kepada kepolisiansupaya kasusnya dapat ditindaklanjuti secara hukum.

Kasus inipun menjadi pembahasan yang ramai oleh warganet sepanjang sepekan terakhir. Banyak diantaranya mempertanyakan kredibilitas KPI dan meminta untuk mengusut kasus dengan tuntas.

 

Meminta Warganet Menghormati Privasi Pelaku

Terkait ramainya postingan terduga pelaku pelecehan seksual di KPI tersebar di sosial media, korban MS meminta kepada warganet untuk tidak menampilkan identitas keluarga pelaku pelecehan seksual maupun menyampaikan komentar negatif terhadap mereka. 

“Netizen seluruh Indonesia sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Oleh karena itu, melalui surat ini, saya memohon agar Netizen tidak berkomentar negatif dan menampilkan identitas dari keluarga pelaku bullying dan kekerasan seksual,” tulis MS dalam pernyataannya.

Hal ini disampaikan MS demi menjaga kesehatan psikologis keluarga pelaku. Dia juga menegaskan supaya warganet tetap mempertimbangkan etika dan nilai kemanusiaan yang menyangkut aktivitas berpendapat di ranah media.

“Saya sebagai manusia mempertimbangkan segala aspek, etika dan nilai-nilai kemanusiaan. Saya khawatir keluarga pelaku, seperti istri, anak dan orang tuanya mendapatkan dampak psikis atau trauma berkepanjangan seperti yang saya alami. Apalagi, anak dari pelaku. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi berikutnya,” ungkapnya.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami