#FaktaAlkitab: Tokoh-tokoh Alkitab yang Rela Kehilangan Nyawa Demi Bangsanya

#FaktaAlkitab: Tokoh-tokoh Alkitab yang Rela Kehilangan Nyawa Demi Bangsanya

Claudia Jessica Official Writer
898

Bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 17 Agustus lalu, negara kita, Indonesia berulang tahun yang ke 76. Pada bulan nasionalisme ini, kita akan membahas tokoh-tokoh Alkitab yang memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Nasionalisme adalah paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Setia kepada bangsa dan kepada Tuhan adalah perintah yang ditetapkan Allah untuk umatnya. Lalu seperti apa tokoh-tokoh Alkitab dalam menunjukan Nasionalismenya?

 

#1 Musa mempertaruhkan nyawa demi keselamatan bangsanya

Musa merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah bangsa Israel. Kisah Musa dicatat sejak masa kelahirannya, masa bayi yang selamat dari rencana pembunuhan, menjadi anak angkat Firaun, melarikan diri karena membunuh demi membela orang yang sebangsa dengannya, dan mengalami "pembuangan" dalam arti pembentukan Tuhan selama 40 tahun di Tanah Midian. Musa kemudian kembali ke Mesir dan memimpin bangsa Israel keluar dari sana menuju negeri yang berlimpah susu dan madunya.

Sebelum sampai di Tanah Kanaan, perjalanan bangsa Israel terlebih dahulu tiba di Gunung Sinai. Selama berada di Sinai maka terlaksanalah dua hal. Pertama, Israel menerima Hukum Allah dalam Keluaran 20, dan memperoleh pengajaran-pengajaran sebagai umat Allah (Keluaran 21-31). Kedua, mereka yang keluar dari Mesir dipersatukan menjadi awal dari satu bangsa.

Di Sinai bangsa Israel menemui kesulitan untuk hidup. Meski hanya empat puluh hari dengan iman tanpa kehadiran pemimpin mereka, Musa yang sedang bertemu dengan Tuhan di atas puncak Gunung Sinai (Kel. 19:20). Mereka menuntut agar Harun membuat allah (berhala) patung lembu emas. Karena hal tersebut maka Tuhan menyuruh Musa turun dan Ia berencana untuk membinasakan bangsa Israel.  Musa pun mencoba melunakkan hati Tuhan.

Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.” Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: “Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu – dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.” (Keluaran 32:30-32).

 

 

BACA JUGA: Hampir Lenyap, Tapi Bangsa Israel Berhasil Selamat Berkat Doa Para Tokoh Alkitab Ini

 

Betapa menyedihkannya perkataan Musa saat menghadap Tuhan. Ia tidak sedang meminta petunjuk mengenai aturan peribadatan, atau datang untuk meminta maaf, tetapi untuk mengadakan pendamaian. Pernyataan Musa yang berkata, “Hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis,” mengidentifikasikan bahwa Musa bersedia untuk mempertaruhkan nyawanya sendiri bagi keselamatan bangsanya, dan siap menanggung dosa bangsanya di hadapan Tuhan. Apa yang Musa sampaikan murni demi kesejahteraan bangsanya.

 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : jawaban channel
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami