Penginjil Sejuta Umat, Morris Cerullo Meninggal Dunia Pada Usia 88 Tahun

Penginjil Sejuta Umat, Morris Cerullo Meninggal Dunia Pada Usia 88 Tahun

Claudia Jessica Official Writer
777

Seorang hamba Tuhan, yang dikenal sebagai penginjil antar bangsa, Dr. Morris Cerullo, asal San Diego Amerika Serikat, meninggal pada hari Sabtu (11/07) lalu.

Cerullo dikenal sebagai seorang pria yang memiliki hasrat mandalam untuk imannya dengan beban bagi duni ayang ‘terhilang’.

Tepat satu hari sebelum kematiannya, terdapat permintaan doanya di facebook:


(Permintaan Doa Mendesak:

Teman-teman yang terkasih, kami sangat menghargai doa langsung untuk Dr. Cerullo yang sedang dirawat di rumah sakit karena pneumonia.

Tolong doakan juga Teresa yang telah bekerja untku merawatnya sepanjang waktu. Dia membutuhkan doa-doamu atas kekuatan untuk kekuatan ekstra saat ini.

Terimakasih atas semua doamu untuk Morris dan Teressa).

Cerullo lahir pada 2 Oktober 1931 di Passaic New Jersey dan menjadi yatim piatu pada usia 2 tahun. Kemudian dirinya dibesarkan bersama keempat saudaranya di sebuah panti asuhan Yahudi di Clifton, New Jersey.

Ia menyerahkan hidupnya pada Kristus pada usia 14 tahun dan keluar dari panti asuhan pada usia 15 tahun karena pertobatannya menjadi seorang Kristen.

Setelah menemukan imannya, Cerullo mulai berkhotbah si seluruh gereja loka. Dikutip dari christianheadlines.com, Inspiration TV mencatat bahwa Cerrullo menggembalakan sidang dengan 15 anggota pada usia 21 tahun dan juga melayani sebagai petugas kebersihan, petugas pemeliharaan, dan penata taman.

Ia kemudian menghadiri Sekolah Alkitab Metropolitan New York di Suffern, New York. Dia juga memegang dua gelar doktor kehormatan dari Florida Beacon College dan Oral Roberts University.

Setelah delapan tahun pelayanan, ia melakukan perjalanan misi luar negeri pertamanya ke Yunani, dan lahirlah pelayanan internasionalnya. Dia mungkin melakukan lebih banyak misi asing daripada Amerika Serikat tempat dia tinggal.

Dia mulai bepergian ke negara-negara berkembang di dunia ketika dia berusia akhir 20-an. Ia melayani jutaan orang di 93 negara, di lebih dari 400 kota, di 7 benua termasuk Indonesia.

Kemudian, Tuhan memanggil Cerullo ke dalam pelayanan internasional yang menuntunnya untuk mendirikan organisasi Morris Cerullo World Evangelism (MCWE) pada tahun 1961.

Penginjil itu mengadakan perang salib besar-besaran dengan ribuan orang mengalami kuasa Allah dan menyerahkan hidup mereka kepada Kristus.


Baca juga:

Rebutan Kepemimpinan di Gereja Afrika Selatan Ini, Berujung Serangan Berdarah

Positif Corona, Presiden Brazil Dikritik Karena Buka Masker Saat Ucapkan Terima Kasih


Satu kasus 1976 tertentu memiliki lebih dari 80.000 orang yang hadir selama apartheid di Afrika Selatan. Cerrullo adalah satu-satunya menteri kulit putih yang hadir pada pertemuan itu di mana penyembuhan supernatural terjadi dan rekonsiliasi rasial dimulai.

Sebagai seorang penulis, Cerrullo telah menulis lebih dari 200 buku Kristen, bersama dengan Alkitab dan renungan studi yang unik. Dia juga pembawa acara televisi "Victory Today" yang dapat dilihat di seluruh dunia.

Menurut penghormatan itu, sang penginjil telah secara pribadi melatih lebih dari 5 juta menteri berhadapan muka.

Dia meninggalkan seorang istri, dua anak, tujuh cucu, dan sembilan cicit.

Sumber : christianheadlines

Ikuti Kami