Claudia Jessica

Official Writer
1351


Apakah kamu mengetahui atau menginat kisah Asa? Seorang raja yang memimpin di Kerajaan Selatan? Mungkin kamu lupa, setelah zaman Raja Salomo, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua faksi: Kerajaan Utara dan Selatan.

Kerajaan Utara menghasilkan semua penguasa jahat. Tidak seorang pun dari mereka mengikuti jalan kebenaran. Meskipun Kerajaan Selata juga memiliki andil raja-raja yang mengerikan, sehingga menyebabkan kejatuhan dan penawanannya di Babel (Daniel 1).

Sejumlah pemimpin saleh menemukan jalan mereka sepanjang sejarah Kerajaan Selatan. Termasuk Asa.

Kisah Raja Asa dapat kita temukan dalam 1 Raja-raja 15, dimulai dari ayat 9, dan juga di dalam 2 Tawarikh 14. Menurut yang dicatat oleh Alkitab, tanah Yehuda mengalami kedamaian selama 10 tahun di bawah pemerintahan Asa.

Baca juga: #FaktaAlkitab – Terowongan Air Rahasia Raja Hizkia

Selama masa ini, Asa memusnahkan sesuatu yang kafir atau musyrik di negeri itu dan mereka membangun kembali Yehuda. Asa terus menghasilkan reformasi agama, dengan menghancurkan berhala, memperbaiki mezbah bagi Tuhan, dan memindahkan nenek jahatnya dari posisi pengaruhnya atas tanah.

Asa juga menghentikan reformasi jahat yang ditetapkan oleh keluarganya dan menciptakan warisan baru. Meski demikian, Asa kehabisan tenaga menjelang akhir masa pemerintahannya dan mulai menjauh dari jalan kebenaran.

Ketika Kerajaan Utara, di bawah pemerintahan seorang pria bernama Baasha datang melawan Yehuda, Asa tidak bergantung pada bantuan Tuhan kali ini. Sebaliknya, dia membuat aliansi dengan Suriah.

Baca juga: Belajar dari Kisah Yoram, Raja yang Hidup Menantang Tuhan dan Dilupakan Setelah Mati

Seorang nabi Tuhan bernama Hanani menghukum Asa karena tidak percaya pada Tuhan dan memperingatkan bahwa sisa masa pemerintahannya akan diisi dengan perang karena dia tidak bergantung pada Tuhan.

Asa kesal dan melempar pelihat ini ke penjara. Sebagai imbalannya, Tuhan memberi Asa penyakit kaki, yang ia bawa ke kubur.

3 Hal yang Dapat Dipelajari Orang Kristen dari Asa

Jika kebanyakan para pahlawan Alkitab memiliki iman yang goyah pada awalnya kemudia berubah menjadi lebih kuat ketika melihat Tuhan bergerak seperti Musa dan Gideon, beda halnya dengan Asa.

Ia melakukan yang sebaliknya. Meskipun dia melihat perlindungan Allah, dia bersikap dingin terhadap Kerajaan Utara Israel dan beralih ke bantuan asing alih-alih kepada Tuhan.

1.      Kita Perlu Menjalankan Setiap Bagian dari Perlombaan Dengan Baik

Banyak dari kita memulai perjalanan Kekristenan kita dengan api yang menyala-nyala untuk Tuhan hanya untuk berakhir dengan kepedihan, egois,dan ketidakpercayaan janji-janji Tuhan menjelang akhir hidup kita.

Sebagian besar teman saa bekerja sangat keras sampai pada tahun terakhir mereka. Hingga mereka mengenal ‘senoritas’ dan nilai mereka mulai merosot, membuat kemungkinan untuk diterima di perguruan tinggi pun dalam bahaya.

Paulus memerintahkan kita untuk menjalankan perlombaan perjalanan Kristen kita dengan baik (1 Korintus 9: 24-27).

Tidak peduli seberapa kerasnya kehidupan, atau seberapa banyak usia yang menua, kita tidak bisa menjadi malas dalam perlombaan kita

Baca juga: Sadar seperti Raja Asa

2.      Kita Perlu Mengandalkan Tuhan (Sendiri)

Asa bukan satu-satunya raja yang mengandalkan bantuan asing (baca tentang Hizkia dan Yoyakim, misalnya).

Seringkali Tuhan mengambil ‘penopang’ yang kita miliki agar kira cenderung mengandalkan-Nya. Banyak orang mengandalkan uang dan koneksi mereka untuk mendapatkan sesuatu. Orang lain juga bisa pergi ke teman untuk meminta nasihat sebelum mereka mencari nasihat Tuhan

Tidak peduli penopang apapun yang kita gunakan, kita tidak boleh menjadi sama seperti Asa. Kita tidak dapat mengandalkan orang lain untuk menyelamatkan kita, terutama mereka yang tidak mengenal Kristus.

3.      Kita Tidak Harus Mengulang Kesalahan Keluarga Kita

Meskipun kita juga pernah melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh para rasul, misalnya Petrus yang menyangkal Kristus, juga Daud yang berselingkuh dengan Betsyeba, Asa melakukan banyak hal baik selama masa pemerintahannya, karena mengandalkan Tuhan.

Nenek dan ayahnya merusak kerajaan dengan menghadirkan berhala. Beruntung Asa tidak mengikuti tradisi keluarganya, melainkan menghancurkan berhala jahat di negeri itu dan memperkenalkan reformasi agama. Dia menghentikan warisan keluarganya dan menciptakan yang baru.

Baca juga: Pelajaran Dari Kisah Uzia, Raja Hebat yang Akhir Hidupnya Begitu Menyedihkan!

Asa mengajarkan kita untuk menyelesaikan perlombaan dengan baik, untuk mengandalkan Tuhan saja, dia tidak membiarkan sejarah keluarganya memusnahkan bait suci dan justru sebaliknya, Asa mendirikan banyak bait suci dan membaca reformasi agama dan membawa banyak jiwa kepada Kristus.

Banyak orang Kristen mungkin datang dari keluarga atau latar belakang yang hancur. Tapi bukan itu poinnya. Tuhan lebih besar, Dia berkuasa atas segalanya, Dia mampu memulihkanmu. Melalui-Nya kita dapat menyebarkan pengharapan dan sukacita.

Baca juga: Adonai, Raja & Penguasa Tunggal

Sumber : crosswalk.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Kateryna 10 August 2020 - 18:36:52

Kalo pdt. Danny Krishna Soepangat (GBI TENDEAN Jak.. more..

0 Answer

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

Kanan Agustus


7232

advertise with us