Tak Apa Jika Kamu Mengakui Bahwa Kamu Telah Terluka

Tak Apa Jika Kamu Mengakui Bahwa Kamu Telah Terluka

Claudia Jessica Official Writer
          1196

Efesus 4:27

"dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 35; Kisah Para Rasul 7; Keluaran 19-20

Tahun lalu, seorang teman pernah menceritakan padaku tentang sebuah adegan dari film, Monty Python and The Holy Grail. Salah seorang karakternya mengalami satu lengan yang terputus dan luka lainnya, tapi dia tetap berkata "ini hanya luka luar, tidak masalah!"

Walaupun aku tidak menonton filmnya secara langsung, namun sering kali aku teringat dengan adegan itu ketika saya jujur tentang perjuangan pribadi saya mengenai pengampunan.

Sebagai pengikut Kristus yang taat, aku tahu bahaya dari tidak mau mengampuni. Matius 18:21-35 mencatat perumpamaan tentang seorang pria yang memiliki hutang besar dan diampuni, namun, dia gagal untuk mengampuni orang lain. Hukumannya keras.

Aku tahu bahwa aku harus memaafkan ketika seseorang menyakitiku. Namun, masalahku adalah, aku sering kali tidak ingin mengakui bahwa aku telah tersaikiti.

Seperti pria yang di film tadi, aku berkata "ini hanya luka luar, tidak masalah!" dan aku berakhir dengan menyimpan kepahitan dan kebencian yang jauh di lubuk hatiku, hanya karena aku tidak mau mengakui bahwa aku telah terluka.

Kupikir, masalahnya adalah aku tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa ketika aku memilih untuk mencintai seseorang, aku juga memberikan mereka wewenang untuk menyakitiku. Kerentanan seperti itu menakutkan.

Berpikir bahwa aku bisa terluka karena kritik atau penolakan dari orang yang kusayangi adalah kenyataan yang ingin kuhindari.

Aku ingin menjadi tak terkalahkan untuk menghadapi luka seperti itu. Masalahnya, aku tidak bisa. Dan tidak ada siapapun yang mencintai yang selalu aman dari luka. Bahkan, Kristus sendiri yang mencintai lebih dari siapapun dan hasilnya adalah penderitaan yang tak terbayangakan.

Jadi, kita harus memilih. Satu-satunya cara melindungi dari rasa sakit adalah tidak mencintai siapa pun. Namun itu bukan pilihan yang nyata.  Tersakiti akan selalu menjadi bagian dari hidup di dunia ini.

Aku menghadiri sebuah gereja yang menggunakan liturgi sebagai bagian dari penyembahannya. Setiap minggu, kami mengaku bahwa kami memiliki "dosa dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari apa yang telah kita lakukan dan yang belum kita lakukan."

Terkadang aku butuh untuk membuat pengakuan lain – bagiku ini lebih sulit. "Aku mengaku bahwa aku telah dilukai.

Pendetaku dengan setia untuk mengingatkan kami tentang pengajaran di Efesus 4:26-27 yang memperingatkan kami untuk tidak membiarkan amarah kami sampai matahari terbenam.

Aku sudah sering kali membiarkan matahari tebenam namun aku gagal untuk memaafkan, hanya karena saya tidak mau mengakui bahwa saya terluka.

Efesus 4:27 "dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis." Ini adalah pengingat jika kita tidak dapat mengampuni orang lain.

Sebuah peringatan yang kuharap bisa kuingat ketika aku disakiti oleh seseorang yang kusayangi.

Ikuti Kami