Inta

Official Writer
506


Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), sebagai organisasi gereja terbesar di Sulawesi Utara menyatakan dukungannya untuk ikut melestarikan satwa liar. Bersama dengan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia, GMIM menandatangani kesepakatan tersebut pada 13 Juni 2019 lalu.

Berikut poin-poin isi dari kesepakatan tersebut.

Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), organisasi gereja terbesar di Sulawesi Utara, menandatangani kesepakatan dengan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia. Isinya, komitmen untuk melestarikan satwa liar dilindungi, hingga upaya untuk mengurangi penggunaan air mineral kemasan plastik.

Bagi GMIM, komitmen itu merupakan salah satu upaya menjabarkan tugas kerohanian gereja dalam memelihara bumi. Tugas pemeliharaan tersebut tidak hanya berhenti pada menjaga keberlanjutan lingkungan, tapi juga memperbaiki kerusakan akibat ulah manusia.

Kerjasama dengan GMIM merupakan bagian dalam program Green Gospel: Kekristenan dan Konservasi, yang digagas Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia. Program ini beranjak dari pemahaman bahwa masyarakat gereja adalah aktor-aktor yang dapat menjaga keberlanjutan lingkungan.

Melalui program Green Gospel, Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia ingin membagikan pengetahuan lewat pendekatan eco-teologi. Mereka ingin meluruskan kekeliruan persepsi bahwa menguasai alam semesta sama dengan hak untuk mengeksploitasi.

Keputusan ini berkaitan untuk mengusahakan keselamatan lingkungan.

“Tindaklanjut dari kesepakatan, akan ada beberapa kegiatan dan himbauan-himbauan untuk memperhatikan lingkungan, khususnya untuk tidak mengkonsumsi satwa liar dilindungi. Pada tingkat anak-anak, dilakukan pembuatan silabus, kurikulum pendidikan pelayanan dengan memuat pengajaran-pengejaran tentang lingkungan hidup.”

“Di samping itu, kami melakukan upaya-upaya untuk mengurangi pemanfaatan air mineral kemasan plastik, dan mengajak jemaat untuk menggunakan tumbler dalam tiap kegiatan atau acara-acara gereja,” terang Pdt Evert Tangel selaku Sekretaris Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM, Selasa (2/7/2019).

Menurut Pdt. Evert, poin-poin dalam kesepakatan ini merupakan salah satu cara untuk menggenapi Firman Tuhan dalam Kejadian 2:15, dimana manusia ditempatkan di Taman Eden oleh Tuhan untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tugas pemeliharaan itu juga merupakan sebuah upaya untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh manusia.

 

 

Sumber : mongabay


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Erik Siahaan 27 May 2020 - 08:13:10

Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.".. more..

3 Answer

Margaretha Ltor 15 May 2020 - 11:07:59

Apa yg kita harus lakukan,,untuk tau ada atau tida.. more..

2 Answer

tolala 2 May 2020 - 03:25:35

Covid 19

1 Answer


Lawrence Fabian Jerangku 19 July 2020 - 23:26:45
Saya meminta doa kalian berserta isteri saya menga... more..

Varris Sitio 15 July 2020 - 10:09:27
Saya Varris dan merupakan salah satu karyawan swas... more..

purnama 1002 2 July 2020 - 23:48:31
Tolong doakan anak perempuan saya yg terkena penya... more..

Anju Frans Siregar 15 June 2020 - 15:07:02
Shalom semuanya. Saya mohon doa untuk kesembuhan d... more..

advertise with us


7237

advertise with us