Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
323


Menyusul hasil survei dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menemukan bahwa banyak guru sekolah yang menyebarkan intoleransi dan paham radikalisme kepada siswa sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akhirnya mengambil langkah untuk mengevaluasi kembali kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di berbagai perguruan tinggi.

Muhadjir menilai bibit intoleransi dan radikalisme bisa muncul dari bibit sikap dan perilaku negatif yang dimiliki para guru agama. Sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kurikulum atau pola pendidikan di perguruan tinggi terhadap calon-calon guru agama.

“Mungkin ada baiknya dikaji apakah kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di IAIN, UIN atau STAIN yang diterapkan selama ini ada yang salah atau tidak,” kata Muhadjir.

Baca Juga :

Ambon Jadi Tuan Rumah Lomba Paduan Suara, Jokowi Janjikan Datang di Pembukaannya Loh!

Soal Dua Habib yang Dicekal Preman di Manado, Gubernur Olly dan PGI Angkat Bicara

Tak hanya bagi para calon guru, tapi dia juga meminta supaya evaluasi juga dilakukan kepada para guru agama di sekolah-sekolah. “Termasuk guru agama di sekolah. Peran guru agama di sekolah tidak boleh hanya mengajar pelajaran agama kepada siswa. Tetapi juga memberi pencerahan dan penyadaran tentang sikap dan perilaku beragama yang benar bagi koleganya yaitu para guru non mata pelajaran agama,” terangnya.

Kemendikbud pun telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam proses evaluasi. Pasalnya, Kemenag sendirilah yang menaungi pembinaan guru dan kurikulum pendidikan agama di sekolah.

Sebagaimana diketahui, survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 6 Agustus sampai 6 September 2018 itu melakukan survei kepada unit analisis guru Muslim dari tingkat TK/RA sampai SMA/MA semua mata pelajaran. Sample guru yang diambil sebanyak 2.237 di seluruh provinsi di Indonesia dengan margin of error 2.07 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Secara metodologis, variable utama yang digali adalah level intoleransi dan radikalisme guru, serta faktor-faktor dominan yang memengaruhinya. Dan secara mengejutkan hasilnya adalah 56.9 persen guru di Indonesia memiliki opini intoleran secara eksplisit dan 46.01 persen memiliki opini radikal.

Sumber : Kompas.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Agatha seow 15 November 2018 - 19:46:14

Saya ingin mengenal Tuhan lebih dalam, karena slam.. more..

1 Answer

anthony gaming 14 November 2018 - 21:08:06

peran roh kudus

0 Answer

anthony gaming 14 November 2018 - 21:06:32

peran roh kudus dalam kehidupan manusia

0 Answer


Febby Regina Rista 3 November 2018 - 08:32:28
Saya mohon dukungan doa dari tementemen, saya saat... more..

Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Banner Mitra Week 3


7221

advertise with us