Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
462


Menyusul hasil survei dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menemukan bahwa banyak guru sekolah yang menyebarkan intoleransi dan paham radikalisme kepada siswa sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akhirnya mengambil langkah untuk mengevaluasi kembali kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di berbagai perguruan tinggi.

Muhadjir menilai bibit intoleransi dan radikalisme bisa muncul dari bibit sikap dan perilaku negatif yang dimiliki para guru agama. Sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kurikulum atau pola pendidikan di perguruan tinggi terhadap calon-calon guru agama.

“Mungkin ada baiknya dikaji apakah kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di IAIN, UIN atau STAIN yang diterapkan selama ini ada yang salah atau tidak,” kata Muhadjir.

Baca Juga :

Ambon Jadi Tuan Rumah Lomba Paduan Suara, Jokowi Janjikan Datang di Pembukaannya Loh!

Soal Dua Habib yang Dicekal Preman di Manado, Gubernur Olly dan PGI Angkat Bicara

Tak hanya bagi para calon guru, tapi dia juga meminta supaya evaluasi juga dilakukan kepada para guru agama di sekolah-sekolah. “Termasuk guru agama di sekolah. Peran guru agama di sekolah tidak boleh hanya mengajar pelajaran agama kepada siswa. Tetapi juga memberi pencerahan dan penyadaran tentang sikap dan perilaku beragama yang benar bagi koleganya yaitu para guru non mata pelajaran agama,” terangnya.

Kemendikbud pun telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam proses evaluasi. Pasalnya, Kemenag sendirilah yang menaungi pembinaan guru dan kurikulum pendidikan agama di sekolah.

Sebagaimana diketahui, survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 6 Agustus sampai 6 September 2018 itu melakukan survei kepada unit analisis guru Muslim dari tingkat TK/RA sampai SMA/MA semua mata pelajaran. Sample guru yang diambil sebanyak 2.237 di seluruh provinsi di Indonesia dengan margin of error 2.07 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Secara metodologis, variable utama yang digali adalah level intoleransi dan radikalisme guru, serta faktor-faktor dominan yang memengaruhinya. Dan secara mengejutkan hasilnya adalah 56.9 persen guru di Indonesia memiliki opini intoleran secara eksplisit dan 46.01 persen memiliki opini radikal.

Sumber : Kompas.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

chrisnanto agung 22 March 2019 - 08:05:07

sidney mohede

0 Answer

Maria Meliany 21 March 2019 - 19:19:51

The child want the little to go back to it mom

0 Answer

Maria Meliany 21 March 2019 - 19:19:51

The child want the little to go back to it mom

0 Answer


Leonardo Leo 15 March 2019 - 09:48:08
Mohon bantuan doanya agar setiap usaha untuk melun... more..

Dian Parluhutan 9 March 2019 - 11:10:41
shalom Semua, mohon doa untuk terobosan Tuhan su... more..

2 March 2019 - 16:26:58
Mohon doanya agar Tuhan memberikan hati yang lebih... more..

Richard 18 February 2019 - 20:46:28
Tolong Doakan agar hutang saya dapat berkurang.

Banner Mitra Maret Week 2


7244

advertise with us