Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
410


Menyusul hasil survei dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menemukan bahwa banyak guru sekolah yang menyebarkan intoleransi dan paham radikalisme kepada siswa sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akhirnya mengambil langkah untuk mengevaluasi kembali kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di berbagai perguruan tinggi.

Muhadjir menilai bibit intoleransi dan radikalisme bisa muncul dari bibit sikap dan perilaku negatif yang dimiliki para guru agama. Sehingga perlu adanya evaluasi terhadap kurikulum atau pola pendidikan di perguruan tinggi terhadap calon-calon guru agama.

“Mungkin ada baiknya dikaji apakah kurikulum dan pola pendidikan calon-calon guru agama di IAIN, UIN atau STAIN yang diterapkan selama ini ada yang salah atau tidak,” kata Muhadjir.

Baca Juga :

Ambon Jadi Tuan Rumah Lomba Paduan Suara, Jokowi Janjikan Datang di Pembukaannya Loh!

Soal Dua Habib yang Dicekal Preman di Manado, Gubernur Olly dan PGI Angkat Bicara

Tak hanya bagi para calon guru, tapi dia juga meminta supaya evaluasi juga dilakukan kepada para guru agama di sekolah-sekolah. “Termasuk guru agama di sekolah. Peran guru agama di sekolah tidak boleh hanya mengajar pelajaran agama kepada siswa. Tetapi juga memberi pencerahan dan penyadaran tentang sikap dan perilaku beragama yang benar bagi koleganya yaitu para guru non mata pelajaran agama,” terangnya.

Kemendikbud pun telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam proses evaluasi. Pasalnya, Kemenag sendirilah yang menaungi pembinaan guru dan kurikulum pendidikan agama di sekolah.

Sebagaimana diketahui, survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 6 Agustus sampai 6 September 2018 itu melakukan survei kepada unit analisis guru Muslim dari tingkat TK/RA sampai SMA/MA semua mata pelajaran. Sample guru yang diambil sebanyak 2.237 di seluruh provinsi di Indonesia dengan margin of error 2.07 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Secara metodologis, variable utama yang digali adalah level intoleransi dan radikalisme guru, serta faktor-faktor dominan yang memengaruhinya. Dan secara mengejutkan hasilnya adalah 56.9 persen guru di Indonesia memiliki opini intoleran secara eksplisit dan 46.01 persen memiliki opini radikal.

Sumber : Kompas.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

RY 14 January 2019 - 21:25:16

Sex

0 Answer

Aditya Putra 14 January 2019 - 16:43:50

Untuk belajar sekar alit atau macapat pertama kali.. more..

0 Answer

delsinsarlin hotan 13 January 2019 - 19:24:39

LDR

0 Answer


ROTH GERENEMUS K A U 5 January 2019 - 15:20:01
Saya mohon bantuan doa ny, krna sy mengalami pergo... more..

chintya agustin sulistiani 15 December 2018 - 12:51:18
Tolong bantu doa saya. Saya mau ikut Yesus, tapi k... more..

chintya agustin sulistiani 11 December 2018 - 05:02:40
I am a Muslim, butI believe this December I will s... more..

sea_regardz 8 December 2018 - 13:19:50
Ada teman sekerja, perempuan, punya anak hanya 1, ... more..

Banner Mitra Week 2


7224

advertise with us