Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

lori_mora

Official Writer
1486


Kalau pernikahan adalah rancangan Tuhan yang indah. Kita mungkin pernah bertanya, ‘Terus kenapa ada orang yang memilih kawin lari?’ Emangnya standar pernikahan Kristen yang diinginkan Tuhan gimana sih?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, yuk balik lagi belajar soal tujuan pernikahan itu sendiri. Seperti yang kita tahu, pernikahan adalah kasih karunia Tuhan bagi semua orang.

Karena itulah dalam kekristenan, pernikahan itu dipandang sakral dan suci. Itu sebabnya upacaranya pun dibuat legal dan publikatif. Artinya, disetujui oleh beberapa pihak dan diketahui setidaknya oleh orang-orang terdekat dari kedua belah pihak.

Di 1 Korintus 7: 1 dituliskan, “tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.” Bagi dua pasang anak muda yang sedang pacaran akan lebih baik segera menikah untuk menghindari godaan percabulan. Sayangnya, justru ayat inilah yang banyak dilanggar oleh pasangan muda. Saat mereka jatuh dalam dosa ketidakkudusan, saat itulah mereka terdesak harus segera memutuskan menikah, baik dengan restu maupun tanpa restu orang tua salah satu pihak.

Ada banyak pasangan yang tak mendapat restu orang tua akhirnya mengambil pilihan sendiri untuk kawin lari. Kawin lari dalam hal ini diartikan sebagai tindakan untuk menikah tanpa publikasi formal maupun sepengetahuan orang tua salah satu atau kedua belah pihak.

Kalau dipikir-pikir langkah ini tentu saja sudah bertentangan dengan definisi dari pernikahan yang dijelaskan di atas bukan?

Bukan hanya sekadar tahu kalau kawin lari itu melanggar kehendak Tuhan, tapi pasangan yang hendak menikah juga harus paham betul kalau memilih menikah resmi dengan restu kedua orang tua punya beberapa manfaat ini:

1. Pernikahan berpengaruh besar mengubah status publik

Siapa bilang kalau pernikahan itu hanyalah sebuah acara yang bersifat pribadi? Pernikahan itu merupakan satu momen besar yang harus dirayakan bukan Cuma oleh dua orang, tapi juga oleh seluruh keluarga kedua belah pihak. Karena setelah pernikahan, keduanya akan resmi mengemban status yang baru secara publik.

Selain itu, pernikahan juga mengubah status hukum, nama, urusan keuangan dan hubungan antar keluarga. Status pernikahan juga mengubah tempatmu di masyarakata dan membuat kalian dikenal bukan hanya sekadar berpacaran tapi sebagai suami dan istri.

Sementara kawin lari hanya akan membuat kecurigaan yang besar di tengah masyarakat. Karena hal itu dilakukan secara diam-diam dan tidak transparan.

2. Sebuah pernikahan harus didukung dengan adanya saksi

Dalam setiap pernikahan dibutuhkan beberapa orang yang bisa jadi saksi mata tentang bagaimana dua orang resmi mengikat komitmen bersama menjadi suami istri. Para saksi ini juga bukan orang-orang asing yang baru dikenal, melainkan orang-orang terdekat yang juga ikut serta merayakan hari kebahagiaan ini bersama. Merekalah yang akan jadi saksi tentang bagaimana sepasang suami istri mengucapkan janji dihadapan Tuhan.

Baca Juga :

Menikah Setelah Pasangan Meninggal Dunia, Boleh Gak Sih Menurut Alkitab?

Menikah Lagi Setelah 50 Tahun Bercerai, Petik Pelajaran Pernikahan dari Kisah Pasangan Ini

3. Pernikahan itu bersifat alkitabiah

Sebuah pernikahan bukan hanya sebatas resminya seorang wanita menjadi istri dari laki-laki yang dicintainya. Tapi pernikahan adalah cerminan dari hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejaNya (kita). Adalah baik kalau Allah sendiri dilibatkan dalam momen ini. Dalam Wahyu 19 disebutkan perjamuan kawin adalah momen sukacita terbesar. Kalau pernikahan kita adalah cerminan dari realitas surgawi, maka kita harus mengikutinya. Kita harus merayakannya dengan penuh sukacita dan dihadiri oleh ratusan tamu.

“Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” (Wahyu 19: 9)

Terlepas dari kenyataan kalau kawin lari hanya akan membuat keluarga dan teman-teman terdekat tersakiti dan tak dihormati, kawin lari juga merupakan hal yang melanggar kesakralan pernikahan dimata Tuhan. Tentu saja untuk menikah kita tak perlu harus menggelar pesta megah, mahal dan besar. Tapi hal yang tak bisa hilang dari sebuah pernikahan adalah para saksi, para tamu dan komunitas.

Kalau kamu mungkin berasal dari latar belakang pernikahan ini, tak salah kalau kalian memperbaharui janji pernikahan itu di depan orang-orang terdekat. Hal ini sama sekali bukan sesuatu yang dilarang. Tapi Tuhan pasti akan terlebih senang kalau kalian tahu benar bahwa pernikahan itu bukanlah sebuah ceremony belaka. Melainkan cerminan dari ikatan hubungan yang intim antara Yesus dan juga gerejaNya.

Sumber : Startmarriageright.com/Jawaban.com

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Awal Satria 22 October 2018 - 05:41:20

Sebutkan hal hal yang harus diperhatikan oleh seor.. more..

0 Answer

P. Tampubolon 22 October 2018 - 03:30:16

Mi yak urapan

0 Answer

Meilie 19 October 2018 - 15:39:12

Hutang

0 Answer


Bella chandra 30 September 2018 - 11:51:26
Tuhan Yesus dengan kerendahan hati aku memohon unt... more..

brenda lenny wijayanti 27 September 2018 - 17:10:47
Semoga Tuhan Yesus membuka jalanku untukku ke Erop... more..

Andry Randa 25 September 2018 - 16:39:37
Tuhan Yesus, saat ini saya dan keluarga sedang men... more..

Christian 31 August 2018 - 05:12:12
Syalom dan terimakasih di kesempatan ini. Saat ini... more..

Banner Mitra Week  3


7274

Konselor