Kalau Bukan Tuhan Yang Membangun Rumah

Kalau Bukan Tuhan Yang Membangun Rumah

Puji Astuti Official Writer
      16471

Mazmur 127:1

Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu67[/kitab] ; [kitab]Ibran1[/kitab] ; [kitab]Mikha1-2[/kitab]

Beberapa waktu ini saya menghadapi tantangan dalam pekerjaan, saya mengubah jadwal kerja yang saya pikir akan membuatnya produktif. Ketika hasil akhir yang diharapkan tidak juga muncul, saya berusaha lebih keras. Saya bekerja lebih lama dan lebih keras lebih dari biasanya namun hasil akhirnya lebih sedikit dari rata-rata biasanya. Ketika Tuhan tidak bekerja bersama kita maka kerja keras kita akan sia-sia. 

Di pagi harinya, saya membaca Mazmur 127 sebagai bagian renungan harian. Tuhan selalu tepat waktu. Saat saya membaca pasal ini saya berpikir mengapa upaya saya sebelumnya sepertinya tidak ada hasilnya. Kemudian saya sadar bahwa saya yang berusaha "membangun rumah," tanpa meminta pertolongan Tuhan. Tuhan mengijinkan hal ini terjadi sehingga saya bisa mengerti saat saya membaca ayat tersebut. Tuhan memang luar biasa. 

Kadang ada perbedaannya sangat tipis antara kita rajin dan berusaha keras. Tentu Tuhan ingin anak-anak-Nya menjadi orang yang rajin. Tetapi Tuhan tidak menyuruh kita untuk berusaha keras. Jadi bagaimana kita membedakan antara kerja keras dan berusaha keras? Sederhana, yaitu dengan merasakan apakah ada damai sejahtera atau tidak saat kita mengerjakannya. 

Pertanyaan pentingnya adalah: apakah kita percaya bahwa Tuhan sanggup mengurus segala sesuatu dalam hidup kita? Kadang sebagai orang Kristen kita bahwa Tuhan menciptakan dunia ini yang kemudian membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya. Tetapi tidak demikian, Tuhan campur tangan dalam segala hal di setiap waktu. 

Mari ambil waktu sejenak bersama Tuhan dan bertanyalah kepadanya apa yang menjadi kekuatiran Anda. Anda tidak bekerja seorang diri, Tuhan mau bekerja bersama Anda. Pertanyaannya adalah apakah Anda mengundang Tuhan untuk bekerja bersama Anda? (Heidi Baker | CBN.com)

Ikuti Kami