Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

Puji Astuti Official Writer
      5328

Amsal 15:33

Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu81[/kitab] ; [kitab]Lukas2[/kitab] ; [kitab]Yerem7-8[/kitab]

Ken Barnes telah belasan tahun melayani di Youth With A Mission atau sering disingkat sebagai YWAM. Ia telah berkeliling ke berbagai tempat dan bekerja sama dengan berbagai misionaris. Suatu hari sepasang misionaris mengunjungi YWAM Center di South Carolina, dimana Ken berada. Misionaris ini sangat mencintai pekerjaan misi dan sangat menghargai apa yang kerjakan. Namun yang mengejutkan adalah apa yang membuat mereka sangat menyukainya. 

Pada minggu pagi mereka berada di apartemen Ken. Disaat bersamaan Ken mencoba menemani tamunya sambil membantu putri kecilnya untuk bersiap ke gereja. Namun putrinya sulit untuk diatur dan membuat Ken merasa tertekan, sesuatu yang jarang dilakukan anak perempuannya itu. Hingga akhirnya emosi Ken tak terbendung lagi dan mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya. Begitu kalimat itu terucap dari mulutnya, Ken sadar ia telah melakukan kesalahan dan langsung meminta maaf pada putrinya itu. 

Sebagaimana lazimnya seorang anak, putrinya itu langsung memaafkannya. Namun yang membuat perasaan Ken merasa tidak enak, pasangan misionaris itu ada di ruangan sebelah saat ia marah kepada putrinya itu. Hal itu membuat Ken merasa malu dan tertuduh.

"Saya membayangkan apa yang mereka pikirkan tentang saya sekarang?"

Sepanjang pagi itu, Ken menghindari bertatap mata langsung dengan pasangan misionaris itu. Namun ia tahu bahwa tidak mungkin ia terus seperti tiu, hingga saat makan siang tiba Ken memutuskan untuk terbuka kepada mereka. Ia menceritakan kejadian pagi itu kepada kedua orang suami-istri tersebut dan dibuat terkejut dengan respon mereka. 

"Itu yang saya suka dari kamu YWAMERS, kamu memiliki rhema di ruang keterbukaan," demikian ungkap suami dari misionaris itu. 

Hal itu menyadarkan Ken bahwa ia tidak perlu berbohong untuk bisa diterima oleh orang lain. Apa yang membuat ia sebelumnya terintimidasi dan takut? Kesombongannya. Ia lebih peduli apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya, sehingga ia ingin menyembunyikan kelemahannya. 

Namun dalam Kerajaan Allah, kerendahan hati akan membawa kehormatan. Jika kita mau dengan rendah hati mengakui kelemahan kita, maka Tuhan akan sanggup mengubah hal tersebut. Kita tidak perlu malu, karena setiap anak Tuhan sedang berada dalam proses untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Jika kita berani mengakui kelemahan kita, berarti kita bersedia untuk dibentuk dan diubahkan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita tidak perlu pura-pura sempurna, karena kita memiliki Allah yang menerima kita apa adanya dan telah mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa. 

Ikuti Kami