Bebas dari Penghakiman

Renungan Harian / 28 August 2016

Kalangan Sendiri
Bebas dari Penghakiman
Lori Official Writer
      6723

Roma 2: 1

Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu59[/kitab]; [kitab]Marku9[/kitab]; [kitab]IITaw29-30[/kitab]

Sebelum saya dan suami saya Robert menyadari akar kesalahan dari konflik yang terjadi dalam pernikahan kami, saat itu kami masih tetap berjuang untuk menyelamatkan pernikahan ini. Ibarat seperti seekor burung yang berjuang bebas dari sebuah perangkap. Kami berdua sama-sama terluka. Saya berpikir saat itu bahwa konflik ini tidak akan pernah usai.

Perjuangan kami untuk menyudahi kekacauan ini terus berlanjut. Kami semakin saling menyakiti dan menjatuhkan. Saya tidak pernah menduga ternyata sayalah yang memegang kunci dari permasalahan ini. Saya menyadari bahwa saya sudah menghakimi Robert. Penilaian saya terhadapnya membuat kami terperangkap dalam konflik yang menghancurkan kebahagiaan kami. Saya juga semakin khawatir apabila Robert akhirnya tak lagi mencari Tuhan.   

Firman Tuhan dalam Matius 7 ayat 1-2 menggema kuat di hati saya, katanya, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Selama saya masih terus menghakimi suami saya, saya juga akan mendapatkan penghakiman. Konsekuensi dari pikiran terhadap suami saya ternyata jauh lebih buruk. Selama berbulan-bulan lamanya, kami berjuang membebaskan diri seperti burung yang terjebak.

Sejak saya minta ampun atas tindakan saya kepada Robert, saya mulai mempercayakan Tuhan bekerja melakukan tujuan-Nya. Robert dan saya pun merasakan kebebasan. Dia mulai mencari Tuhan kembali dan kami kembali menemukan kebahagiaan bersama Tuhan. Kami kembali membangun persekutuan yang sudah pernah kami lakukan bersama.

Penghakiman tidak hanya terjadi dalam hubungan, tetapi bisa juga terjadi terhadap mertua, pendeta, rekan kerja, atau tetangga kita. Namun jalan keluar untuk bebas dari perangkap penghakiman ini adalah firman Tuhan dalam Roma 2: 1 bahwa agar kita tidak dihakimi, maka jangan coba menghakimi atau menilai orang lain. Karena saat kita menghakimi, kita sendirilah yang sebenarnya sedang kita hakimi. – Kay Camenisch

 

Jangan pernah menghakimi orang lain jika tidak ingin menerima penghakiman

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?