Cukuplah untuk Hari Ini, Tuhan Akan Tetap Menyertai Esok

Renungan Harian / 16 October 2026

Cukuplah untuk Hari Ini, Tuhan Akan Tetap Menyertai Esok
Lori Official Writer
      71

Matius 6: 34

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

 

Di malam sebelum tidur, pikiranmu masih mengembara - memikirkan tentang hari esok yang kamu sendiri takut menghadapinya. Semua bisa karena pikiran-pikiran negatif yang kamu proyeksikan akan terjadi. Itu bisa tentang kondisi keuangan, soal pekerjaan, kebutuhan anak-anak ataupun rencana masa depan yang sedang kamu usahakan. 

Ya, rasa takut akan sesuatu yang belum terlihat memang naturalnya manusia. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok hari, dan hati kita secara alami tidak nyaman dengan hal yang belum kita lihat bentuknya. Perasaan inilah yang dialami para murid saat di tengah badai, padahal Yesus ada di perahu yang sama (Markus 4:38).

Karena itulah di Matius 6: 34, Yesus berkata, "...janganlah kamu kuatir..." Ini adalah ajakan yang penuh kasih, bukan teguran yang menghakimi. Ia tidak marah, sebab Ia paham betul perasaan itu. Mengikut Tuhan tidak menjanjikan hidup yang selalu tenang, dan Ia tidak menjamin bahwa besok kita bebas dari masalah. Yesus jujur mengatakan bahwa setiap hari membawa kesusahannya sendiri. Namun yang Ia minta adalah agar kita tidak memikul beban hari esok sebelum waktunya tiba.

Kalau kita memaksa diri untuk mengendalikan semua hal supaya berjalan baik, kita justru akan kelelahan sendiri. Tetapi kalau kita tetap berusaha sambil bersandar pada Tuhan, apa yang kita harapkan mungkin belum terlihat wujudnya, namun pikiran dan hati kita jauh lebih tenang.

Yosua sendiri sempat merasakan ketakutan menghadapi masa depan, tapi Tuhan berfirman, “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:9). Dasar keberanian Yosua bukan kemampuannya membaca masa depan, melainkan siapa yang membersamainya saat melangkah. Janji yang sama juga Tuhan berikan kepada setiap kita, seperti disampaikan dalam Matius 28:20, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Artinya, kita tidak perlu tahu apa yang akan terjadi esok hari. Kita hanya perlu tahu Siapa yang sudah lebih dulu ada di sana. Beban hari esok memang belum tampak, tetapi besok tidak akan pernah datang tanpa penyertaan Tuhan. Ia hadir dengan pertolongan yang cukup untuk hari ini, dan akan cukup lagi untuk hari-hari berikutnya.

Saudara, jika rasa takut itu masih ada di pikiranmu saat ini, ucapkanlah pelan-pelan janji-Nya: “Janganlah kamu kuatir akan hari besok....sebab Aku menyertai kamu.”  

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Apa beban pikiran tentang hari esok atau masa depan yang paling sering membuatku cemas dan sulit tidur?

2. Sudahkah aku membawa ketakutan itu kepada Tuhan dalam doa, atau aku masih memikulnya sendirian?

3. Apa satu langkah kecil hari ini yang bisa aku lakukan sambil mengingat bahwa Tuhan menyertaiku?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?