Upah Menunggu

Upah Menunggu

Lori Official Writer
      14114

Mazmur 33: 20

Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita!

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu1[/kitab]; [kitab]Matiu1[/kitab]; [kitab]IRaja17-18[/kitab] <!--[endif]-->

Kita pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan soal menunggu. Mungkin menunggu antrian panjang di ruang tunggu klinik atau menunggu berjam-jam di tengah kemacetan lalu lintas. Saat berada dalam situasi itu, kita tidak berpikir untuk melakukan apa-apa. Namun di Kerajaan Allah, menunggu didefinisikan sebagai kondisi tenang yang aktif. Aktif karena kita tetap berada dalam situasi kita saat ini dan tenang karena kita memfokuskan perhatian pada bimbingan Tuhan.    Ini adalah sebuah gaya hidup tenang yang aktif yang menuntut sikap yang memiliki tujuan dan harapan, sebuah kondisi pikiran dan hati yang taat dan penuh doa.

Menunggu adalah pekerjaan yang mungkin terasa membosankan. Tetapi Tuhan mengatakan bahwa tindakan itu sesungguhnya memiliki upah. Pertama, mendapatkan kekuatan besar untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan. Seperti contoh, ketika kita merasa kelelahan, kita mungkin tergoda untuk keluar dari jalan Tuhan.

Di lain hal, kesibukan merampas energi dan pikiran, sehingga kita kadang kala harus mengambil keputusan yang cepat dan tak sabar mendengar apa yang Tuhan kehendaki. Saat kita berada dalam dua posisi ini, kita akan merasa sangat lelah dan emosional karena kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Padahal Tuhan meminta kita untuk tetap menjaga kecepatan agar kita tidak ketinggalan.  Sikap ceroboh kita kadang kala membuat kita menjadi lama mendapatkan upah yang Tuhan sudah sediakan.

Saat kita sabar menanti pertolongan Tuhan, maka Ia akan memberi kita kekuatan fisik dan emosional yang lebih besar. Selain itu, kesabaran akan membuat kita mudah untuk menemukan kehendak Tuhan yang selalu bertujuan untuk kebaikan kita (Roma 8:28), serta mampu beroleh kemenangan saat menghadapi berbagai-bagai godaan dan ujian hidup.

Tuhan adalah pribadi yang Maha tahu dan Maha kuasa serta akan selalu hadir dengan tepat waktu. Kitalah yang kerap meninggalkan langkah-Nya karena keinginan dan ketidaksabaran kita. Hari ini,mari periksa diri di bagian mana saja kita tidak sabar menunggu dan mendahului kehendak Tuhan yang sempurna. Lalu berdoalah dan minta kepada-Nya hati yang mau percaya.

Sederhananya, iman berbicara soal kepercayaan

Ikuti Kami