Berhentilah Menangis!

Berhentilah Menangis!

Lori Official Writer
      7987


Kejadian 21: 17

Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu123[/kitab]; [kitab]Yudas1[/kitab]; [kitab]Yerem48-49[/kitab]

Pernahkah Anda menangis begitu keras hingga menenggelamkan suara pertolongan di telinga Anda? Hagar pernah mengalami itu. Persaingan antara Sara dan Hagar menyebabkan Abraham harus mengambil keputusan yang berat dimana Sara meminta agar Hagar dan Ismail diusir dari tempat kediaman mereka.

Dengan berat hati Abraham menyuruh Hagar dan Ismael pergi ke padang gurun Bersyeba. Bisa dibayangkan betapa panasnya cuaca di padang gurun, dan air yang mereka bawa pastinya akan habis dengan cepat. Di tengah kesukaran hidupnya, Hagar memilih meletakkan anaknya di bawah semak belukar dan meninggalkannya sendiri, menanti hingga anak itu mati. Dia tidak tahan menyaksikan Ismael menderita. “Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu..(Kejadian 21: 16-17)”.

Alkitab tidak menulis bahwa Allah mendengar tangisan Hagar, tetapi Allah mendengar tangisan anak itu! Lalu Allah berkata kepada Hagar, “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia..(ayat 17-18)”.

Apakah Anda pernah begitu lelah menangis saat Anda tak lagi bisa berdoa? Mungkin Anda perlu mengeringkan air mata dan menenangkan suara untuk mendengar pengharapan. Tangisan kita bisa saja menghalangi suara Tuhan, dan tangisan kita bisa saja membutakan kita dari mata air yang telah disediakan di hadapan kita. Tuhan bersiap-siap untuk menunjukkan jalan keluar dari persoalan hidup.

Menangis itu tidak salah karena Allah turut mendengar tangisan orang-orang percaya. Tetapi menjadi berlebihan jika menangis menjadi pilihan untuk terus meratapi persoalan hidup. Allah selalu menyediakan mata air yang hidup untuk menolong kita dari beratnya tekanan hidup jika kita diam dan tenang menanti pertolongan-Nya.

 

Saat menangis,mintalah Tuhan untuk memulihkan dan menangkan hati Anda

Ikuti Kami