Like Father Like Son

Like Father Like Son

Lori Official Writer
      5415
1 Raja-raja 22: 53

Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan hidup menurut kelakuan ayahnya dan ibunya dan Yerobeam bin Nebat, yang telah mengakibatkan orang Israel berdosa


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu12[/kitab]; [kitab]Matiu12[/kitab]; [kitab]IIRaj9-10[/kitab]
Di gereja saya ada keluarga yang terdiri dari empat generasi. Si kakek dan nenek buyut, Opa dan Oma, pasutri dan anak-anak balita. Menyenangkan sekali ketika melihat keluarga ini! Dari itu pula, saya menemukan sebuah survei menyebutkan jika ayah dan ibu setia beribadah di gereja, maka peluang untuk anak-anak beribadah dengan teratur adalah 72%. Jika hanya si ayah yang rajin ke gereja, peluang anak akan turun menjadi 55%. Jika si ibu saja yang setia ke gereja sedang si ayah tidak, peluang anak-anaknya beribadah hanya akan mencapai 15% saja. Survei ini menunjukkan teladan dan pengaruh ayah jauh lebih kuat daripada ibu. Namun, jika ayah dan ibu tidak beribadah teratur di gereja, peluang anak-anak yang setia beribadah hanya akan mencapai 6% saja. Fakta yang cukup menarik bukan?

Alkitab mencatat bahwa raja Ahazia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mengapa demikian? Karena ia hidup menurut kelakuan orang tuanya, Ahab dan Izebel. Begitu pula kebiasaan nenek moyangnya yaitu Yerobeam bin Nebat yang telah mengakibatkan orang jatuh dalam dosa. Dosa Yerobeam secara langsung menular dari generasi ke generasi. Ya. Like Father Like Son. Seperti apa ayahnya, seperti itu juga anaknya.

Apa yang dilakukan seorang ayah sangat berpengaruh pada anaknya. Seorang ayah lain yang saya kenal mengaku senang mengantar jemput anaknya ke gereja. Ayah itu mengatakan bahwa itu merupakan bentuk pelayannya kepada Tuhan. Tanpa disadari pola pemikiran tersebut justru akan menular kepada anak laki-lakinya ketika sudah beranjak dewasa.

Bukan berarti peran seorang ibu dikesampingkan dalam pertumbuhan anak. Tetapi nyatanya, seorang ayah bisa menjadi figur bagi citra diri sang anak. Sebab seorang ayah menjadi figure teladan yang akan dicontohkan anak. Karena peran ini pula ucapan seperti figur ayah menjadi lebih populer dibanding dengan figur ibu.

Saat mengetahui fakta ini, keteladanan apa yang sudah kita berikan kepada anak-anak kita? Sudahkah kita menjadi figur ayah yang baik untuk menjadi cermin bagi anak-anak kita? Hari ini koreksi kembali kebiasaan buruk yang Anda lakukan dan tunjukkan di hadapan anak-anak Anda dan bimbing mereka tumbuh menjadi anak-anak sehat. Sama seperti kita memiliki Bapa surgawi yang baik dan menjadi teladan.

 

Peran ayah adalah hak istimewa yang patut disyukuri dan dipertanggung jawabkan sepanjang hidup.

Ikuti Kami