4 Cara Berhikmat Menjaga Kesehatan Tubuh

4 Cara Berhikmat Menjaga Kesehatan Tubuh

Lori Official Writer
4233
Presiden Direktur Yayasan Yaski & Heartline Network, Samuel H Tirtamihardja suatu kali menulis pengalamannya tentang kesibukan yang melelahkan tubuhnya. Sebagai seorang pengajar dan juga pembicara di seminari-seminari, ia tak pernah kehabisan undangan untuk mengisi sejumlah acara di berbagai kota dan negara. Hingga akhirnya ia mengaku lelah dan jatuh sakit.

“Bayangkan sampai menjelang Natal, jadwal saya masih penuh. Terbang ke sana, terbang ke sini. Tubuh saya mau berontak, tetapi tidak bisa. Saya kan bos dari tubuh saya. Akhirnya, tubuh ngambek, saya collapse dan baru tersadar kekuatan tubuh ada batasnya,” terang Samuel.

Dari buku karangan Paul McKenna, Samuel pun belajar dan merenung betapa pentingnya untuk berhikmat dalam menjadi kesehatan dan melakukan tugas yang Tuhan sudah percayakan. Berikut 4 cara berhikmat menjaga kesehatan tubuh yang didapatkannya :

1. Tubuh manusia juga perlu istirahat

Seperti mesin-mesin sebuah pabrik yang perlu dihentikan, diberi pelumas, dibersihkan dan baru dihidupkan kembali. Demikian juga tubuh manusia, ia perlu berhenti memacu diirnya. Berhenti dapat memberi refleksi yang mendalam.

Peter Drucker, pendidik dan penulis berkata, “Tindakan Anda yang aktif harus diikuti dengan refleksi diri dalam ketenangan. Dari refleksi dalam ketenangan itulah akan lahir tindakan yang lebih efektif”.

Jadi, istirahat itu memang penting, karena akan membuat Anda menjalani tugas dan rutinitas sehari-hari dengan lebih maksimal dan segar.

Baca juga : 

5 Ayat Alkitab yang Berbicara Soal Pentingnya Menjaga Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi


2. Jangan dipengaruhi keadaan

Seperti kisah Stephen John Akhwari dari Tanzania, pahlawan tanpa medali di Olympiade Mexico 1968. Ia berlomba marathon, terjatuh dan terluka, sehingga semua pelari meninggalkannya jauh di belakang. Tetapi ia terus berlari dengan tertatih-tatih sampai akhirnya mencapai finish ketika stadion sudah kosong.

Wartawan bertanya, mengapa setelah terluka dia tidak berhenti saja berlari? Ia menjawab dengan kalimat yang kelak menjadi terkenal. “Negaraku tidak mengirimku untuk memulai perlombaan, tetapi untuk berlomba sampai akhir”.

Sama dengan tubuh, apapun yang sedang terjadi dengan tubuh Anda harus menerima rasa sakit dan berjuang untuk kembali sembuh dari sakit yang Anda alami. Agar Anda dapat menjadi pahlawan untuk diri Anda sendiri.

3. Jadilah pecinta olahraga

menjadi seorang pecinta olahraga bukan alam artian sekedar menjadi fans tim olahraga saja. Tetapi juga menjadi fans dari kesehatan. Dorongan untuk sehat, tidak mudah sakit dan tetap bugar dalam menjalani hari akan memaksa Anda untuk meluangkan waktu berolahraga. Hal ini penting sekali dilakukan oleh para pekerja kantoran yang sangat bergerak.

Baca juga:

Yang Suka Buble Tea, Walau Berbahan Teh Ternyata Minuman Ini Buruk Untuk Kesehatan Loh!

Lebih Dari 20 Negara Larang Vape! Ini Bahayanya Untuk Kesehatan Yang Wajib Diketahui

4. Tetap tergantung pada Tuhan

Dalam kondisi tubuh yang lemah dan tidak berdaya, manusia harus mengakui bahwa Anda tak berdaya. Namun Tuhan mampu membuat Anda kuat kembali. Ia memberi kekuatan dan ia pula bisa mengambil. Kita adalah manusia terbatas sehingga tak perlu berlagak mampu melakukan segala hal.

Sumber : Majalah Inspirasi/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami