Psikosomatik Dapat Picu Sakit Perut Pasca Operasi Usus Buntu

Psikologi / 20 February 2014

Psikosomatik Dapat Picu Sakit Perut Pasca Operasi Usus Buntu
Sumber: duniafitnes.com
Budhi Marpaung Official Writer
22390

Dalam dunia medis dan kejiwaan ada dikenal yang namanya psikosomatik. Secara sederhana, psikosomatik adalah keluhan fisik (soma) yang disebabkan oleh faktor psikologis (psiko). Keluhan-keluhan ini bisa meliputi sistem pernapasan, kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), kulit, pencernaan, dan urogenital.

Pada praktiknya, gangguan psikosomatik sangat sering dialami sebagai suatu gangguan perut. Rasa tidak nyaman, kembung, seperti terbakar atau merasa sulit buang air besar adalah beberapa gejala yang kerap timbul.

Dalam kasus-kasus tertentu seperti sakit perut pasca operasi usus buntu, gangguan psikosomatik dapat menjadi faktor yang menyebabkannya. Mengapa? Karena bisa saja ketika pasien sudah pulang ke rumah dan merasakan sakit lagi pada perut yang sebenarnya adalah efek samping biasa dari operasi yang dijalaninya, ia menjadi stres. Ia memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dipikirkan, contohnya ‘karena usus buntu ini, hidupnya tidak akan pernah bahagia’ atau ‘tidak aka nada orang yang mau sama saya karena saya menderita usus buntu’ dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, keterbukaan pasien kepada orang lain sangat diperlukan. Bila ingin lebih percaya lain, kunjungilah dokter yang menangani Anda dan ungkapkan apa yang Anda rasakan dan alami. Dengarkan apa yang jadi nasihatnya dan terapkan itu dalam kehidupan Anda. Biasanya rasa sakit yang hilang sedikit demi sedikit akan turut menurunkan stres yang seseorang alami hingga bahkan ke titik normal.

Untuk mencegah terulangnya kasus psikosomatik, ada 3 hal perlu Anda lakukan:

1. Pengobatan tuntas. Pengobatan yang tuntas dan selesai dengan baik memberikan kemampuan pada Anda untuk mempertahankan dirinya dari kekambuhan akibat penyakit ini kembali. Struktur sistem otak yang sudah baik akan membantu mencegah penyakit ini datang lagi

2. Menjaga kesehatan fisik dan mental. Kekambuhan bukan hal yang mustahil dalam gangguan psikosomatik. Bahkan dari penelitian, gangguan psikosomatik yang didasari oleh depresi maka kemungkinan kambuhnya bisa mencapai lebih dari 50% walaupun sudah diobati dengan baik. Kesehatan fisik sangat mempengaruhi kondisi mental dan begitu pula sebaliknya. Pasien yang mengalami psikosomatik memang lebih sensitif terhadap respon fisiknya dan menjadi lebih tidak nyaman saat sakit datang. Kesehatan fisik yang baik dan didukung oleh kesehatan mental yang baik akan sangat berguna untuk mencegah psikosomatik datang kembali.

3. Tidur yang cukup dan berkualitas. Tidur akan membuat tubuh Anda relaks dan beristirahat sedangkan jika Anda merasa tidak cukup tidur maka badan akan terasa lemah. Jadi usahakan tidur di jam yang baik dan dengan jumlah waktu yang cukup.

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda semua. Salam sehat jiwa.

 

Baca juga :

Harry Houdini, Pesulap Handal yang Meninggal Karena Usus Buntu

Orphan, Nyanyian John Waller Agar Kita Peduli Pada Anak Yatim Piatu

Liga Champions : Manchester City vs Barcelona Berakhir Dengan Skor 0-2

Harry Houdini, Pesulap Handal yang Meninggal Karena Usus Buntu

Join IMAGO Festival 2014  

Sumber : berbagai sumber / bm
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?