Kehidupan tentu memiliki fase atau tahap perubahan yang kompleks. Sama halnya ketika masalah atau krisis datang menerpa kehidupan keluarga kita, maka tanpa disadari, disitulah peran kita sebagai anggota keluarga diuji. Contohnya, jika salah satu anggota keluarga kita mengalami ‘kemalangan’ seperti sakit atau terkena musibah atau krisis, maka anggota keluarga lainnya sudah seharusnya saling mendukung, membantu, menuntun, mendorong, dan menguatkannya.
Dalam menghadapi saat-saat krisis tersebut, kita perlu memiliki pilar keluarga yang kokoh. Namun, bagaimana caranya? Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan, antara lain:
Baca juga:
Ini Dia Cara Mengatasi Trauma Putus Cinta
Pacaran Putus Nyambung? No Way!
Perang Suriah, Apakah Hasil dari Nubuat Alkitab?
Sejarahwan Amerika: Takut Akan Tuhan Kunci Kesuksesan
Ketiga Wanita Pengusir Setan ini Klaim Harry Potter sebagai Roh Jahat
Ibu Ditangkap di Cina Karena Menyusui Bayinya Sambil Bersepeda
Evolusi vs Tuhan, Siapa yang Menang?
Tony Yahle, Pria Asal Ohio ini Mati Suri Selama 45 Menit
Sumber : berbagai sumber/Eva
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”