Saat kita berada di rumah duka dan melihat kepergian orang-orang, barulah kita akan menyadari bahwa ada banyak hal yang lebih penting di dunia daripada bersenang-senang. Kesadaran tersebut merupakan hikmat yang akan menuntun kita supaya menjalani hidup dengan lebih bijaksana.
Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria. (Pengkhotbah 7:4)
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”