Lupa

Lupa

andreas rumata simanjuntak Official Writer
      5411
Show English Version

1 Petrus 1 : 14-16

Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

 

Bacaan Alkitab Setahun :

[kitab]Amsal30[/kitab];[kitab]Kolos3[/kitab];[kitab]iiTawar18-19[/kitab]

“Saya sangat mendambakan kehidupan yang diliputi kekudusan, namun setiap dihadapkan dengan godaan, saya kadang lupa pertobatan saya kemarin.” Hal ini sering kali terucap dari mulut orang kristen.

Sangat miris mendengarnya, saat mendapat cobaan, orang kristen terkadang melakukan perbuatan yang tidak kudus seoalah-olah belum menerima panggilan Yesus untuk melakukan kehendak-Nya.

Kadang kita tidak sadar bahwa kita telah mengemban identitas sebagai orang yang dikuduskan Allah. Kita menjalani hidup sehari-hari dengan berbuat semau kita sendiri seolah-olah Tuhan diam, padahal kita sendiri tahu Tuhan tidak senang akan perbuatan tersebut. Hal inilah merupakan salah satu masalah dalam setiap orang kristen yang membuat ia akhirnya tidak dapat bertumbuh.

Selalu mengingat identitas yang Tuhan Yesus berikan ketika Dia memanggil kita dalam kebodohan kita ([kitab]ipetru1:14[/kitab]) dapat menolong kita untuk tetap hidup dalam kekudusan. Tantangan kita adalah melawan lupa atau ‘pura-pura’ lupa kala kita mendapat cobaan. Hargailah panggilan-Nya ini dengan senantiasa melakukan perbuatan yang berkenan di mata Tuhan.

Dengan mengingat betapa berharga dan indahnya hidup bersama Yesus, maka kita akan dapat meninggalkan perbuatan tidak kudus dan senantiasa bertumbuh.

Ikuti Kami