Menu Harian: Konflik
Kalangan Sendiri

Menu Harian: Konflik

Admin Spiritual Official Writer
      6469
Bilangan 13:30
Kemudian Kaleb mencoba menentramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 55; Markus 5; Yesaya 63-64

Tidak ada yang menyukai konflik, tapi sayang sekali konflik adalah sesuatu yang sangat umum, tidak terhindarkan di kantor. Bahkan rasanya sudah menjadi "daily affair".

Beberapa konflik ringan-ringan saja seperti perbedaan pendapat, beberapa lainnya efeknya cukup berat seperti saling teriak, banting pintu, saling fitnah, menjatuhkan, dan lainnya. Akibatnya jelas, semangat kerja menurun, produktivitas menurun, tidak ada kerja tim. Pada akhirnya jelas perusahaan yang merugi dan kita sendiri tentunya stress.

Respon kita bisa bermacam-macam: hindarilah konflik, buatlah setiap orang lain senang, menurut saja dan cari aman, atau belajarlah bagaimana mengalihkan konflik pada orang lain. Begitu ada sesuatu yang tidak enak, salahkanlah orang lain atau segera gunakan pihak lain untuk menyelesaikan masalah.

Yosua dan Kaleb juga berhadapan dengan konflik ketika 10 orang rekannya berteriak-teriak menghujat Musa karena ketakutan melihat penduduk Kanaan. Yosua dan Kaleb tentunya punya pilihan untuk mengikuti arus, atau menghindari konflik dengan mengikuti keinginan massa yang mengamuk. Tetapi bukan itu yang mereka lakukan, mereka memberitakan kebenaran, tentang Allah mereka yang perkasa. Lalu mereka berusaha menerangkan paradigma mereka dan mengajak orang Israel untuk melakukan apa yang benar.

Sejarah memang mencatat bahwa mayoritas mereka akhirnya tetap memberontak, tetapi kedua orang ini juga dicatat sebagai pemimpin yang teguh dan tenang ketika menghadapi konflik, dan sebagai teladan yang baik.

Cara terbaik menghadapi konflik adalah dengan memegang teguh kebenaran.


Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?