Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
1736


Pencabutan izin pendirian Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) kembali jadi polemik. Pasalnya, Bupati Bantul Suharsono telah menandatangani pencabutan IMB GPdI Emmanuel Sedayu pada Jumat, 26 Juli 2019 lalu.

Tindakan inipun mendatangkan sentimen dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Direktur Riset Setara Institute Halili yang menilai keputusan Bupati Suharsono dianggap sebagai tindakan intoleran dan diskriminasi terhadap minoritas di Yogyakarta.

Dia menilai Bupati Bantul telah melanggar hak setiap orang untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan konstitusi. Dia juga mengkritik Suharsono karena mengambil keputusan karena takut pada tekanan kelompkk tertentu.

Baca Juga:

Warga Bantul Larang Rumah Pendeta Jadi Gereja, IMB Selalu Jadi Penyebabnya!

Soal Gereja Bantul yang Ditolak, Wakil Bupatinya Angkat Bicara

Menyikapi kritikan tersebut, Bupati Suharsono pun angkat bicara. Dia menjelaskan bahwa pencabutan ijin tidak diambil karena tekanan dan desakan kelompok intoleran. Sebaliknya, diambil sesuai dengan hasil verifikasi yang dilakukan tim Pemkab Bantul dan Kementerian Agama. Dia menyampaikan pendirian gereja tersebut melanggar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang tata cara pemberian IMB rumah ibadah.

“Jadi itu keputusan saya adalah saya cabut karena ada unsur tidak terpenuhi secara hukum,” ucap Suharsono.

Dia menjelaskan bahwa sebagai Bupati sejak awal dia memberikan kebebasan dan kemudahan untuk mendirikan rumah ibadah kepada semua agama di Bantul. Tapi dengan syarat semua pihak harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan.

“Dari awal saya mempermudah (pendirian rumah ibadah) dari agama apapun. Saya memikirkan 100 tahun yang akan datang hingga 1000 tahun yang akan datang biar ada ketenangan dalam ibadah masing-masing agama. Makanya saya bikin Perbup,” terangnya.

Sementara terkait pencabutan izin tersebut, Pendeta dan jemaat GPdI Emmanuel Sedayu terpaksa harus menumpang di Gereja Kristen Jawa (GKJ) untuk sementara waktu. GKJ adalah gereja yang tak jauh dari lokasi GPdI tersebut. Meskipun berbeda aliran dan tata ibadah, namun pihak GKJ tak keberatan memberikan ijin ibadah.

Sumber : Tempo.co | Jawaban.com


Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

pengiran lang 21 February 2020 - 19:48:28

Menjaga untuk tetap hidup kudus

0 Answer

Itin N 21 February 2020 - 02:41:08

Cara berhenti dari kecanduan judi

0 Answer

Tommy Suherman 17 February 2020 - 08:40:37

Siapa menegur orang akan kemudian lebih disayangi .. more..

0 Answer


Erwin Elwuar 14 February 2020 - 02:41:47
Shaloom.... Sahabat Jawaban.com bersama semua saha... more..

sutan samosir 5 February 2020 - 05:41:05
Mohon bantuan dukungan doanya untuk saya hari seni... more..

Robs Teng 26 January 2020 - 21:15:09
Terima kasih Tuhan Yesus atas segala penyertaanMu ... more..

[email protected] 22 January 2020 - 18:35:12
Saya sedang ada masalah financial, mohon bantu did... more..

Banner Mitra Februari 2020 (2)


7264

Banner Mitra Februari 2020 (2)