Berkat di Balik Pekerjaan yang Tak Dianggap

Renungan Harian / 2 July 2026

Berkat di Balik Pekerjaan yang Tak Dianggap
Lori Official Writer
      255

Rut 2:2

Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."

 

Selamat pagi! Hari ini, mari menjalani hari dengan penuh sukacita dalam Tuhan - tanpa mengeluh dan tanpa merasa rendah sekalipun apa yang kita kerjakan hari ini tampaknya sangat kecil dan bahkan tidak ada yang mengapresiasi - sama seperti perjalanan hidup seorang Rut yang kita akan renungkan pagi ini. 

Saudara, di dalam Alkitab kita bisa membaca kisah Rut dengan sangat jelas. Dia adalah seorang janda muda dari Moab — negeri asing dengan budaya yang berbeda dan menyembah Tuhan yang berbeda. Setelah suaminya meninggal, dia hanya punya dua pilihan - kembali kepada keluarganya atau memilih tetap bersama mertuanya Naomi yang sudah renta. Tapi hidup mereka tak ada yang menjamin karena mereka hidup miskin. 

Sisi lain yang mengagumkan dari Rut adalah pilihannya untuk tetap bersama Naomi dan kembali ke negeri asal mertuanya itu. Untuk menyambung hidup, Rut bekerja setiap pagi. Tetapi pekerjaan yang ia dapatkan waktu itu adalah pekerjaan paling kasar dan rendah yaitu memungut sisa gandum yang tertinggal di ladang setelah masa panen. Dengan kata kasarnya, dia berusaha menyambung hidup bersama mertuanya dengan memungut sisa panen orang lain. 

"Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."" (Rut 2:2)

Tetapi dia melakukannya tanpa keluhan, tanpa tuntutan atau bahkan rasa malu. Di tengah masa krisis hidupnya, Rut memilih terus berjuang sekalipun mengerjakan pekerjaan paling rendah sekalipun. Namun saat itulah Tuhan mulai bekerja. 

Apa yang Rut lakukan menjadi pintu yang Tuhan pakai untuk memberkati hidupnya. Dia bertemu dengan pemilik ladang yaitu Boas — seorang pria saleh dan berpengaruh yang masih keluarga dari mendiang suami Rut (Rut 2:1-3). Dan dari pekerjaan paling sederhana itu, Tuhan memakai Rut untuk tujuan-Nya yang jauh lebih besar. 

Kisah Rut mirip seperti kisah-kisah romansa yang ada di drama Korea - seorang gadis miskin yang menikahi pemilik perusahaan. Begitulah Boas yang akhirnya menikahi Rut. Lalu mereka dikaruniai seorang anak bernama Obed, yang kelak menjadi ayah dari Isai, dan Isai adalah ayah dari Daud raja Israel (Rut 4:13-17). 

Rut, seorang janda miskin yang bekerja sebagai pemungut sisa gandum justru Tuhan pakai sebagai sosok yang masuk dalam garis silsilah Tuhan Yesus. Tentu saja ini bukan drama fiksi yang indah, tetapi ini adalah hasil dari kesetiaan dan kegigihan seorang janda yang memilih melakukan pekerjaan paling kasar demi menghidupi dirinya dan juga mertuanya.

Saudara, Tuhan tidak membutuhkan pekerjaan kita yang penuh prestasi atau posisi kita yang mentereng. Ia mencari hati yang tidak menyerah, tangan yang tidak malas, dan kaki yang terus melangkah meski penuh tantangan.

Hari ini, mari mengambil waktu untuk merenungkan kembali kisah Rut dengan keadaan kita saat ini. Apakah Anda sedang mengerjakan sesuatu yang sangat kecil, tidak dianggap, dan tampak tidak berdampak? Sekecil apapun itu, mari terus tekun, tulus dan setia mengerjakannya karena Tuhan melihat. Sama seperti Dia melihat setiap pilihan sulit dan perjuangan Rut yang gigih.

 

Refleksi Pribadi:

Apakah Anda merasa pekerjaan Anda saat ini terasa terlalu kecil?

Hari ini, mari mengambil langkah yang sama seperti Rut: "Lakukan bagian Anda dengan tulus dan setia." Karena bisa jadi, di ladang yang paling biasa itulah Tuhan sedang menyiapkan pertemuan dan rencana yang paling luar biasa dalam hidup Anda.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?