Berteriaklah Kepada Tuhan Minta Tolong!

Renungan Harian / 29 July 2026

Berteriaklah Kepada Tuhan Minta Tolong!
Lori Official Writer
      104

Mazmur 22:24

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

 

Kita mungkin sering mendengar banyak orang berada dalam situasi sulit semacam ini, atau mungkin itu termasuk kita sendiri - dimana ketika dokter selesai berbicara tentang tindakan medis yang harus segera dilakukan, dan seseorang yang menderita sakit bukan hanya mengumpulkan semangat dan harapan untuk segera sembuh. Tetapi juga memikirkan angka untuk membayar pengobatan itu. 

Tidak semua orang mampu membayar biaya pengobatan yang harus mereka jalani untuk sembuh. Sebagian diantaranya memilih untuk mengurungkan niat untuk sembuh karena tidak ada jalan untuk membayar kebutuhan perawatan. Atau Sebagian lainnya terpaksa harus menguras segalanya yang tersisa — tabungan, harapan, dan terkadang harga diri.

Saat harapan sudah habis, tidak ada hal yang lebih jujur dari kata menyerah. 

Di Mazmur 22: 1, Daud berteriak dengan penuh keberanian di hadapan Tuhan dan berkata, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Mazmur 22: 1). Ini bukan doa orang yang imannya goyah, ini adalah doa orang yang sedang di titik paling gelap dan masih memilih berteriak kepada Tuhan daripada berpaling dari-Nya. Dan di tengah semua kegelapan itu, ia mendeklarasikan kebenaran yang melampaui tantangan biaya pengobatan bahwa "Tuhan tidak memandang hina kesengsaraan orang yang tertindas. Ia tidak memalingkan wajah-Nya. Ia mendengar." (Mazmur 22: 24).

Bukan "Ia akan segera memperbaiki situasimu." Bukan "tagihan itu akan lunas besok." Tetapi Ia melihat, Ia tidak berpaling, dan Ia mendengar. Di tengah kondisi yang paling tidak berdaya, itulah fondasi yang paling kita butuhkan, kepastian bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian dan tidak sedang diabaikan oleh Tuhan yang kita percayai.

Yesus sendiri mengutip Mazmur 22 dari atas kayu salib — di momen paling gelap dalam sejarah manusia. Artinya Ia tahu persis rasanya berteriak kepada Bapa dari tempat yang paling tidak berdaya dan paling tidak punya apa-apa. Dan justru karena itulah Ia tidak bisa dituduh sebagai Tuhan yang tidak mengerti. Ia adalah Tuhan yang pernah merasakan keputusasaan yang sama, yang turun ke titik terendah seperti yang kita alami, dan Ia membuktikan bahwa Bapa tidak meninggalkan bahkan saat kita berada dalam kondisi yang paling mustahil sekalipun.

Di tengah sakit penyakit yang harus kita hadapi, realitas kehidupan di zaman ini adalah kita juga perlu biaya untuk menjalani berbagai perawatan medis. Tetapi kebenaran yang perlu kita pahami pagi ini adalah jangan berhenti berteriak kepada-Nya. Inilah janji-Nya atas kita bahwa bahkan di tengah lembah keputusasaan yang kita sedang lalui "mintalah dalam nama Yesus" maka Ia akan melakukannya (Yohanes 14: 13). Tuhan mendengar teriakan Anda minta tolong dan Ia masih bekerja atas rasa sakit dan beban keuangan yang Anda hadapi.

 

Action Praktis:

Tidak perlu menyembunyikan apapun dari Tuhan. Berteriaklah kepada-Nya seperti Daud berteriak dengan penuh kejujuran, spesifik, dan apa adanya. Sebutkan kerinduanmu untuk sembuh dan mintalah angka yang diperlukan untuk kesembuhan itu. 

Tuhan mau menolong Anda di tengah kesengsaraan yang sedang Anda alami, mintalah pertolongan dari Dia!

 

Baca Juga Renungan Lainnya:

Yehuwah Rapha

Tuhan Rindu Menyembuhkan Luka Masa Lalu Anda

Tuhan Rindu Memulihkan, Mengubahkan dan Membebaskanmu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?